Ghurur Dalam Dunia Pendidikan
Saturday, January 24, 2009 | Author:
Oleh: Drs. Budi Setiyono
Sekretaris Majelis DIKDASMEN PCM Simokerto


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
[QS Luqman (31): 33]

Petikan ayat tersebut telah memberikan gambaran kehidupan manusia yang tentunya tidak lepas dari dunia pendidikan sepanjang Zaman. Pendidikan pada periode ini masuk dalam tataran global yang perlu diwaspadai. Dalam pendidikan modern sangat dekat sekali dengan Ghurur.

Dari para ilmuwan yang terkelabui adalah sebagian mereka menguasai ilmu dan juga mengamalkannya. Mereka cukup melaksanakan kewajiban kewajiban keagamaan yang bersifat fisikal dan meninggalkan perbuatan perbuatan yang terlarang, namun mereka tidak cukup melihat kedalam hati mereka agar menghapus dari sifat sifat yang tercela di sisi Allah swt. Misalnya sifat sombong, iri hati, riya’ (melakukan sesuatu agar dilihat oleh orang lain), mengejar kekuasaan, dan ketinggian posisi jabatan, berniat jahat kepada rekan seprofesi atau yang dianggap pesaing, serta mencari ketenaran diri diantara manusia dilingkungannya bahkan sampai ke seantero negeri. Disadari atau tidak mereka telah melampaui batas dan teperdaya.

FENOMENA PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL
Pendidikan modern telah memasuki wilayah Ghurur (Tipu Daya Setan) sebagaimana halnya uraian tersebut diatas merupakan contoh yang tidak asing bagi orang kebanyakan. Mungkin juga kurang atau bahkan tidak disadari bahwa anak anak didik dihadapkan dengan gaya kehidupan yang sehari hari tidak lepas dari IT (Information Technology) yang sangat mendesak untuk dijejalkan kedalam fikiran fikiran mereka, misalnya dengan komputerisasi dengan internetnya di sekolah sekolah , di warnet, dan di rumah. Di sekolah berbagai metode telah dicari oleh para pendidik untuk dapat menanamkan ilmu pengetahuan modern kedalam fikiran anak didik agar jangan sampai tertinggal dari yang lain. Ada juga sekolah yang memproses anak didiknya dengan program sekolah penuh waktu (Full Day Schooling), yang dengan tujuan utama agar lulus UAS dan UAN namun di rumah dihadapkan dengan Film film Sinetron modern yang menggambarkan bahwa dunia pendidikan modern adalah seperti itu. Ada lagi yang namanya sekolah prestasi yang sarat dengan berbagai kegiatan yang sesuai dengan talenta siswa yang di milikinya, dan masih banyak yang lain.

Dengan memperhatikan fenomena dunia pendidikan seperti itu kita lupa ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Yaitu : (1). Apakah anak anak kita sudah disiapkan dengan pembekalan pendidikan Islam yang berbasis Al Qur’an dan Al hadits ? (2). Sejauh mana hasil pendidikan Islam telah merubah tingkah laku mereka? ((3). Lebih banyak mana porsi ilmu pengetahuan yang dianggap modern terserap didalam fikiran mereka dengan pemahaman serta pengamalan Islam hasil produk sekolah sekolah kita ?

Dalam kenyataannya, Ghurur itu berkaitan dengan seseorang yang terkelabui atau teperdaya oleh situasi dan sesuatu yang dikhususkan yang membuatnya teperdaya. Maka apabila kepercayaan terhadap sesuatu yang tidak diketahui dan tidak disadari adalah kecenderungan seseorang kepada sesuatu yang sejalan dengan keinginan hawa nafsunya, disebabkan tipu muslihat setan. Maka siapapun yang mempercayai bahwa dirinya berada dalam kebaikan, baik dalam kenyataannya diwaktu sekarang maupun yang akan datang itu adalah perkiraan yang menyimpang, dengan demikian ia telah dikuasai oleh perasaan ghurur.

Generasi kita sekarang gandrung dengan berbagai intertainment musik modern. Mereka terbius dengan lagu lagu dari yang paling lembut, kasmaran, dan rock, bahkan sangat hafal liriknya dengan nama nama artis di zamannya sampai ngefannya dia berpelukkan bahkan berciuman didepan publik atau ditayangkan dilayar kaca yang dianggap budaya yang biasa seperti di negeri seberang, budaya Westernisasi sudah beradaptasi di Indonesia. Para orang tuapun lebih bangga putra putrinya menjadi artis daripada yang lainnya. Sebenarnya mereka itu mengira hidup itu menyenangkan sebagaimana penjelasan firman Allah dalam Q. S. Ali Imron 185 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
[QS Ali Imran (3): 185]

Itulah persangkaan yang tidak benar terhadap dunia.

WASPADAI GHURUR DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Pendidikan kita jangan sampai terjebak dalam tipu daya setan dengan berbagai fenomena perkembangan zaman walau tidak harus meninggalkannya. Oleh karena itu perlu adanya filter untuk mewaspadai bahaya pengeroposan Aqidah dan pembelokan Akhlaq. Masuknya budaya global jangan sampai merambah jati diri kelslaman anak anak kita, maka perlu perumusan Pembelajaran Comprehensive - Communicative’ Applicative Keimanan dalam dunia pendidikan kita kedepan, yang penekanannya tidak hanya dalam teoritis belaka namun juga pemahamannya dan sekaligus pengaplikasiannya. Sebagaimana pendahulu dan sekaligus pahlawan pendidikan kita KH Ahmad Dahlan pernah mengajarkan metode Al Maun yang harus kita kembangkan terus. Dalam hal ini maka akan tertanam wawasan fikiran yang luas dan sekaligus taat kepada Allah swt. Sebagaimana dalam firman Nya:

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذٰلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
[QS Fathir (35): 28]

Disamping itu pembelajaran Studi Kasus (Cases Study) perlu diajarkan pada anak didik kita agar mereka tidak selalu dijejali dengan model pembelajaran Taqlid buta. Kegiatan seperti ini akan membiasakan anak didik kita berdiskusi, berinteraksi dengan lingkungannya sehingga akan muncul kemandirian berfikir dan percaya diri dalam menghadapi persoalan yang ada serta peka terhadap persoalan yang harus direspon benar atau salah.

Konsep tersebut dapat dicapai dengan melalui taqlid pembenaran yaitu mengimani ayat Allah dalam firman-Nya :

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ
نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
[QS al-Mu'minuun (23): 55-56]

Selanjutnya sebagai upaya menghadang masuknya Ghurur dalam dunia pendidikan, peringatan Allah ini hendaknya kita sampaikan dengan pembuktian yang rasional seperti penjelasan dalam Q.S. Luqman, yang artinya sebagai berikut:
“........maka jangan sekali kali kehidupan dunia memperdayakan kamu.......”

Sebagai bahan pemikiran untuk menyelamatkan Dunia Pendidikan dari Ghurur maka dapat kita simpulkan : Pendidikan kita telah memasuki wilayah ghurur (Tipu daya Setan) oleh sebab itu para pelaku pendidikan hendaknya segera menanamkan konsep model pendidikan Islami yang tepat guna, yaitu dengan model pembelajaran yang Comprehensive-Communicative- Applicative Keimanan dalam berbagai disiplin Ilmu. Dan pembelajaran Studi Kasus (Cases Study) sebagai dasar pembekalan Argumentasi pada anak didik yang berdasarkan fakta yang rasional.
This entry was posted on Saturday, January 24, 2009 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: