<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981</id><updated>2012-05-20T16:16:12.750+07:00</updated><category term='Haji'/><category term='Konsekuensi'/><category term='Thohir Luth'/><category term='Harsono'/><category term='PDM Surabaya'/><category term='sekolah'/><category term='PCM Wiyung'/><category term='Remaja'/><category term='SD Muhammadiyah 13'/><category term='Sumardi Herlambang'/><category term='Taqwa'/><category term='Perempuan'/><category term='Piet Subagiyo'/><category term='PCM Mulyorejo'/><category term='Rumah Kebajikan'/><category term='PCM Sambikerep'/><category term='Keluarga'/><category term='Narkoba'/><category term='MKKM'/><category term='Kanker'/><category term='ekonomi n manajemen'/><category term='Sejarah dan Tokoh Muhammadiyah'/><category term='PAM Wiyung'/><category term='PCM Krembangan'/><category term='Fiqih Ibadah'/><category term='Berita'/><category term='Imam Nur Suharno'/><category term='PCA Sambikerep'/><category term='tahajjud'/><category term='Nur Halidah'/><category term='Ramadhan'/><category term='Andiono Mahdi'/><category term='Aktivitas'/><category term='PCM Tegalsari'/><category term='Adab n Akhlak'/><category term='PCM Genteng'/><category term='Pengajian'/><category term='Ketakutan'/><category term='Muscab'/><category term='Wanita'/><category term='pimpinan daerah'/><category term='Nasional'/><category term='Andi Hariyadi'/><category term='PDA Surabaya'/><category term='Keluarga n Rumah Tangga'/><category term='Koko Susanto'/><category term='FKUB'/><category term='BNN'/><category term='pengurus pimpinan daerah'/><category term='Zayin Chudlori'/><category term='Aqidah'/><category term='PCM Simokerto'/><category term='Pimpinan'/><category term='Isnawati Yuni Masyitah'/><category term='Choirul Amin'/><category term='Resensi Buku'/><category term='penyakit'/><category term='PCM Bubutan'/><category term='Olycon'/><category term='lazis'/><category term='PWM Jatim'/><category term='hadits'/><category term='Fokus Utama'/><category term='Muhammad Wiharto'/><category term='Kartini'/><category term='PC Aisyiyah Rungkut'/><category term='SD Muhammadiyah 17'/><category term='Pelantikan'/><category term='PCPM Rungkut'/><category term='Iman'/><category term='shalat malam'/><category term='Achmad Lutfi'/><category term='Pendidikan'/><category term='Muhammadiyah'/><category term='Unas'/><category term='PCM Pabean Cantian'/><category term='Wawancara'/><category term='GDM Surabaya'/><category term='Kekerasan'/><category term='PC Aisyiyah Mulyorejo'/><category term='PCM Lakarsantri'/><category term='Tazkiyatun Nufus'/><category term='pengurus lazis'/><category term='Syamsun Aly'/><category term='Abdul Hakim'/><category term='Kemenangan'/><category term='PCA Lakarsantri'/><category term='Asmaul Husna'/><category term='organisasi'/><category term='PCM Rungkut'/><category term='Dakwah n Sosial Kemasyarakatan'/><category term='SMA Muhammadiyah 1'/><category term='Tanya Jawab Agama'/><category term='Nuniek Herdyastuti'/><category term='Hikmah'/><category term='Cabang'/><category term='Keselamatan'/><category term='Persyarikatan'/><category term='Aisyiyah'/><category term='Ahmad Lutfi'/><category term='Sejarah dan Tokoh Islam'/><category term='Syukriyanti AR'/><category term='Tafsir'/><category term='kesehatan'/><category term='SMP Muhammadiyah 2'/><category term='PC Nasyiah Rungkut'/><category term='Konsep Tuhan'/><category term='PC Nasyiah Mulyorejo'/><category term='Nyai Dahlan'/><category term='Kebangkitan'/><category term='zakat'/><category term='Musyawarah Cabang'/><category term='KBIH'/><category term='Kesulitan'/><category term='SD Muhammadiyah 20'/><category term='Tanya Jawab'/><category term='PCA Bubutan'/><category term='Sunarko'/><category term='adDakwah'/><category term='Masjid Nurul Iman'/><category term='Zainudin Maliki'/><category term='Kemudahan'/><category term='SMP Muhammadiyah 3'/><category term='Tausiyah'/><category term='Televisi'/><category term='Budi Setiono'/><category term='korupsi'/><category term='iedul fitri'/><category term='Tjatur Priambodo'/><category term='Kerukunan'/><category term='Sudarusman'/><category term='Zayin Chudori'/><title type='text'>Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya</title><subtitle type='html'>Menegakkan dan Menjunjung Tinggi Agama Islam Sehingga Terwujud Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/-/adDakwah'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/search/label/adDakwah'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/-/adDakwah/-/adDakwah?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Muhammadiyah Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03302927285377164927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh4.google.com/image/muhammadiyahsurabaya/Ri60pAol6PI/AAAAAAAAAUk/bS0Zq1PhtD8/muhammadiyah_hijau_putih.jpg?imgmax=144'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-6277141882754484998</id><published>2011-07-15T08:11:00.004+07:00</published><updated>2011-07-16T08:30:07.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Achmad Lutfi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Memilih Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. H. Achmad Lutfi, M.Pd.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ﴿١٣﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(13)Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Luqman (31): 13]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Berdasar ayat tersebut dapat diambil pokok pikiran bahwa orang tua wajib memberikan pendidikan anak-anaknya dengan prioritas menanamkan pendidikan aqidah sehingga dapat membentuk pribadi anak yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi banyak orang tua akan disibukkan memasukkan putra-putrinya ke sekolah, bagi anak yang telah lulus SD melanjutkan ke SMP, anak yang lulus SMP/M.Ts. melanjutkan ke SMA/SMK/MA, maupun lulusan SMA melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). Bersamaan itu pula dunia pendidikan banyak disorot oleh public.Orang tua akan mencari sekolah  yang dianggap- nya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pengambilan formulir, memasukan dan melihat hasil pengumuman PSB. Wajah kuyu puluhan bahkan ratusan orang tua calon siswa baru nampak di sekolah/tempat akan digelar pengumuman, apalagi ada pergeseran waktu, menambah rasa cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran di atas memper-lihatkan betapa orang tua berupaya menyekolahkan putra-putrinya sesuai dengan keinginan. Bahkan ada orang tua berani mengediakan uang setumpuk demi keinginan diterima di sekolah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria sekolah pilihan setiap orang tua dan anak bisa berbeda satu dengan yang lain, namun kesempatan memilih sekolah banyak ditentukan oleh nilai UN (Ujian Nasional) yang diperoleh sebelumnya. Akibatnya banyak ulah atau cara yang dilakukan agar nilai UN tinggi, bahkan adakalanya mengorbankan etika dan kelaziman serta megabaikan tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap dan berdoa semoga sekolah pilihan yang dituju dapat menjadikan anak sesuai dengan harapan Allah yang tertuang dalam  surat Luqman ayat  14 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ﴿١٤﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(14)Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Luqman (31): 14]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadikan anak dapat berbuat baik kepada kedua orang tuanya, tentu perlu memilih sekolah yang mengajarkan berbuat baik kepada orang. Mengapa demikian, karena ditengarahi orang tua sering lupa perintah Allah tersebut dan terbawa oleh arus informasi yang tidak semuanya benar dan baik menurut Islam. Orang tua menginginkan putra-putri menjadi pandai, cerdas dan menjadi siswa peringkat tertinggi serta diterima di sekolah atau PT yang “favorit”. Tidak mempertimbangan aqidah, akhlaq, dan budi pekerti anak  kelak. Walaupun dalam kurikulum sekolah telah termaktub kompetensi afektif (sikap) namun selama ini masih lebih didominasi aspek kognitif (pengetahuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit kita bayangkan bila anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa, masyarakat dan  agama hanya diberi bekal aspek kognitif dan mengabaikan aspek afektif serta aqidah. Bisa kita rasakan saat ini, banyak pelaku pemerintahan, legislatif, yuridis yang mempunyai kepintaran tinggi tetapi akhlaq mereka tidak sebanding dengan kepintarannya, sehingga muncul korupsi, suap, pelecahan sex dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menginginkan anak-anak kita nanti bila menjadi pengusaha jadilah pengusaha yang baik tidak melakukan penipuan, bila jadi pejabat jadilan pejabat yang baik dan menjadi teladan tidak melakukan kurupsi, bila jadi pedagang tidak mengurangi ukuran/timbangan, bila jadi polisi jadilah polisi yang baik, bila jadi politikus jadilah politikus yang santun, bila menjadi  hakim jadilah hakim yang jujur/adil, dan bila jadi guru jadilah guru yang bermoral dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas uraian di atas maka hal-hal  yang perlu diperhatikan oleh orang tua muslim dalam memilih pendidikan anak:&lt;br /&gt;1.	Prioritaskan pendidikan aqidah kepada anak-anak dengan kelembutan, kemesraan dan kasih sayang.&lt;br /&gt;2.	Pilih pendidikan/sekolah yang dapat menjadikan anak sholih atau sholihah dan yang  dapat dan mau mendoakan orang tuanya.&lt;br /&gt;3.	Bila sekolah tempat putra-putri hanya diajarkan pendidikan agama selama 2 jam per minggu,  tambahlah pengetahuan agama mereka dengan kursus atau cara lain.&lt;br /&gt;4. 	Anak adalah aset orang tua dunia dan akhirat, mari kita beri pendidikan sebaik-baiknya agar ke depan dapat bermanfaat bagi anak, orang tua, masyarakat terutama agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-6277141882754484998?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/07/memilih-pendidikan-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6277141882754484998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6277141882754484998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/07/memilih-pendidikan-anak.html' title='Memilih Pendidikan Anak'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-4708154362955744564</id><published>2011-07-05T11:13:00.001+07:00</published><updated>2011-07-05T11:26:32.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syamsun Aly'/><title type='text'>Kunci Kejayaan Hidup</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Drs. H. Syamsun Aly, M.A.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ﴿١١﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(11)Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti menginginkan kejayaan, merasa nyaman dan serba kecukupan dalam hidupnya. Karena dengan kejayaan, dia bisa memperoleh apa yang diinginkan, dan dengan kejayaan dia akan mendapat pengakuan, serta bisa mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejayaan identik dengan hasanah (kebaikan, kesejahteraan), dan setiap orang Islam yang beriman kepada kita Suci Al-Qur’an tentu mendambakan-nya, baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Sebagai-mana  do’a yang acap dipanjatkan orang-orang beriman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 201 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya ( Al-Qur’anul Adhim), yang dimaksud hasanah di dunia adalah kejayaan dan derajat yang tinggi bagi seseorang, yakni memiliki istri yang cantik dan shalihah atau suami yang tampan dan shalih, keturunan yang baik dan taat, rumah yang luas dan megah, kendaraan yang mewah, sawah dan perkebunan (di kota, perusahaan, pabrik, mall) dan lainnya, serta predikat baik dan terhormat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hasanah di akhirat adalah kejayaan dan derajat di atas semua itu, berupa rahmat dan ampunan Allah serta surga yang sangat indah, lengkap dengan fasilitas pendukungnya yang luar biasa, aman, tenteram dan fuul kenikmatan, seperti janji Allah dalam QS. Al-Baqarah : 25, Al-Ghasyiyah : 8-16 maupun dalam surat-surat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejayaan juga diidentikkan dengan derajat. Artinya orang yang diberi kejayaan dalam hidupnya, berarti dia telah dianugerahi derajat yang tinggi oleh Allah SWT.  Kadang berupa kekayaan, pangkat,  jabatan dan kedudukan maupun pengakukan dan kepercayaan dalam kehidupan. Yang jelas kebanyakan orang mendambakan dapat meraih puncak kejayaan atau derajat tertinggi dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut janji Allah dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11 di atas, ada dua kunci utama untuk menggapai kejayaan atau derajat tinggi dalam kehidupan, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.  BERIMAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iman atau keyakinan merupakan landasan pokok bagi kehidupan manusia. Dari keimanan tersebut seseorang akan beramal shalih, yakni aktifitas yang tepat, proporsional, mengikuti petunjuk Allah dan Rasulullah serta aturan yang ada. Dari keimanan akan memancarkan karakter yang amanah, sehingga dalam setiap aktifitas kesehariannya selalu menjaga kepercayaan yang diembannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;Semua sektor kehidupan khususnya dunia usaha dan birokrasi, membutuhkan orang-orang yang amanah. Karena perusahaan akan jaya dan tidak mengalami kebangkrutan jika dijalankan oleh wirausahawan dan para pekerja yang amanah. Demikian halnya dengan birokrasi pemerintahan, program untuk mensejahterahkan kehidupan rakyat nya, tentu akan jalan dengan baik dan mengena sasaran, karena tidak dikorupsi dan dimanipulasi oleh para aparaturnya. Kasus skandal Bank Century, mavia Pajak Gayus Tambunan CS dan lainnya, tidak akan terjadi dalam kehidupan bangsa ini, jika memiliki karakter amanah. Sehingga wabah dan berbagai bencana akan segera sirna dari negeri yang kata Koes Plus bak tanah surga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menjanjikan dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴿٩٦﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(96)Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-A'raaf (7): 96]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.  BERILMU.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di samping iman, ilmu dan ketrampilan juga merupakan kunci meraih kejayaan atau derajat dalam kehidupan. Semakin tinggi ilmu dan ketrapilan sesorang, semakin mudah baginya untuk mencapai kejayaan dan derajat puncak kehidupan, demikian sebaliknya.&lt;br /&gt;Seorang dokter, insiyur atau direktur, diberi honor tinggi berlipat ganda dibanding para perawat, tukang atau karyawan, bukan karena volume kerja fisiknya, melainkan karena ilmu dan ketrampilannya. Dia juga bisa mengatur dan menegur seenaknya bila bawahannya melakukan kesalahan sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin negara maju bisa menjajah dan mengatur dengan seenaknya kehidupan negara berkembang, juga karena keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. Sehingga yang dijajah dan diatur tidak menyadari karena kebodohannya, dan justru merasa malah dibantu programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa urgennya ilmu dalam mencapai kejayaan hidup sehingga wahyu yang pertama kali disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk ummatnya, adalah perintah untuk membaca (meneliti) dan menulis. (simak QS. 96 / Al-Alaq : 1-5).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-4708154362955744564?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/07/kunci-kejayaan-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/4708154362955744564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/4708154362955744564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/07/kunci-kejayaan-hidup.html' title='Kunci Kejayaan Hidup'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-8977462398374477936</id><published>2011-04-01T01:00:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T13:34:33.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Choirul Amin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><title type='text'>Kesadaran Profetik</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis :&lt;/i&gt; Drs H. Choirul Amin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati masalah pendidikan, sosial kota Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun kesadaran ber-agama untuk menjadi rahmat bagi alam semesta merupakan konsekwensi logis yang tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan ritual ajaran agama, sehingga keduanya berjalan beriringan. Kesadaran untuk memahami aspek sosial dan spiritual sebagai satu kesatuan dalam menjalankan aktivitas kehidupan akan mampu melahirkan pribadi yang memiliki kepedulian untuk konsisten dengan kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana perjalanan perjuangan para Nabi utusan-Nya yang membawa perbaikan peradaban setelah menyaksikan fenomena kehidupan dimana norma-norma dijungkir balikkan, kekerasan dan penindasan diprioritaskan, nilai-nilai kemanusiaan bertabiat binatang, sehingga mereka yang lemah terus dihina, sedang yang kuat mendapat sanjungan, perlindungan sekaligus pembagian asset diperuntukkan pada kroninya. Konsistensi para Nabi dalam membawa risalah ketauhidan dan kemanusiaan mampu meruntuhkan egoisme dan keserakahan, maka  prestasi membangun kesadaran harus terus dilakukan lebih-lebih seringkali kita saksikan fenomena kehidupan yang menjauhi semangat kenabian. Misi profetik para Nabi yang utama adalah pembebasan, yakni pembebasan manusia dari segala bentuk ketertindasan, dan Nabi adalah seorang pembebas dari belenggu yang menjerat kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profetik berasal dari bahasa inggris prophetical yang mempunyai makna Kenabian atau sifat yang ada dalam diri seorang nabi. Yaitu sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profetik sebagai suatu kesadaran yang pernah dipopulerkan oleh Muhammad Iqbal seorang filosof dan penyair asal Pakistan, yakni kesadaran profetik yang menggarisbawahi pentingnya seorang muslim untuk tidak larut dalam pengalaman keagamaan yang sifatnya personal dan hilang dalam kefanaan, namun pengalaman mistik perjumpaan dengan Tuhan itu diteruskan ke bumi untuk melakukan perubahan social, budaya, politik dan ekonomi dan intelektual manusia. Prof.Dr. Kuntowijoyo yang menggagas Ilmu Sosial Profetik (ISP) sebagai upaya mengintegrasikan antara ilmu-ilmu social dan nilai-nilai transcendental. , ilmu sosial tidak boleh berpuas diri dalam usaha untuk menjelaskan atau memahami realitas dan kemudian memaafkannya begitu saja tapi lebih dari itu, ilmu sosial harus juga mengemban tugas transformasi menuju cita-cita yang diidealkan masyarakatnya. Ia kemudian merumuskan tiga nilai dasar sebagai pijakan ilmu sosial profetik, yaitu: humanisasi, liberasi dan transendensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran diri bukanlah produk dari rekayasa dan manipulasi tetapi terlahir dari buah ketulusan sehingga kesadarannya mampu mengkualitaskan diri untuk secara konsisten mengembangkan misi profetik. Ruang kesadaran profetik mencakup seluruh dimensi kehidupan sehingga termotivasi dalam mengemban tugas kemuliaan, focus pada tujuan yang telah ditetapkan, dan tidak mudah dibelokkan oleh nafsu kerendahan, serta amanah dalam menjalankan tugas yang diemban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran diri adalah suatu kondisi bahwa kita bisa memahami akan keberadaan diri kita sendiri, mengenali perasaan diri. Secara ekstrem, kesadaran diri bisa dibedakan menjadi dua, yakni kesadaran diri publik dan kesadaran diri pribadi. Orang yang memiliki kesadaran diri publik berperilaku mengarah keluar dirinya. Artinya, tindakan-tindakannya dilakukan dengan harapan agar diketahui orang lain. Orang dengan kesadaran publik tinggi cenderung selalu berusaha untuk melakukan penyesuaian diri dengan norma masyarakat. Dirinya tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan kesadaran diri pribadi tinggi berkebalikan dengan kesadaran diri publik. Tindakannya mengikuti standar dirinya sendiri. Mereka tidak peduli norma sosial. Mereka nyaman-nyaman saja berbeda dengan orang lain. Bahkan tidak jarang mereka ingin tampil beda. Mereka-mereka yang mengikuti berbagai kegiatan yang tidak lazim dan aneh termasuk orang-orang yang memiliki kesadaran diri pribadi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi kenabian untuk memberikan rahmat bagi seluruh alam hendaknya bisa menjadi kesadaran profetik bagi kita semua, karena ada banyak peran dakwah yang bisa dilakukan lebih-lebih memperhatikan fenomena kehidupan yang cenderung menghilangkan  kesadaran diri untuk digantikan dengan berbagai model kerendahan yang tidak sepatutnya ditampilkan, seperti : kriminalitas, kerendahan moralitas dan sejenisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran profetik menjadikan berbagai bentuk kehinaan menjadi mulia, menghancurkan berbagai bentuk keserakahan menjadi penderma, serta meningkatkan derajat pada kemuliaan. Kesadaran profetik seperti tugas para Nabi yang senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik meski mendapat penolakan yang menyakitkan, tetapi dengan ketulusan dalam pelayanan akan mampu mencerahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita menempatkan diri menjadi orang yang selalu minta dilayani, diberikan fasilitas yang memadai bahkan berbagai assetpun telah dikuasai dalam rangka menyempurnakan keinginannya, sehingga kondisi ini harus dilakukan perubahan dari dilayani menjadi pelayan meski tidak mudah mudah dilakukan tetapi justru inilah yang semakin menyadarkan kepada kita betapa mulianya mengejewantahkan kesadaran profetik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelayan pasti akan mendapatkan imbalan materi atas jasa kerjanya, tetapi dalam misi ini justru pengorbanan yang harus dilakukan untuk penyempurnaan membangun kesadaran profetik, pengorbanan merupakan modal dasar yang bukan sekedar memberikan tetapi ketulusan untuk memberikan yang terbaik. Semoga dengan kesadaran profetik ini mampu menjadikan diri ini sebagai pelopor gerakan kesadaran diri. Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan pada sang hamba yang selalu mengedepankan misi kenabian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-8977462398374477936?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/04/kesadaran-profetik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8977462398374477936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8977462398374477936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/04/kesadaran-profetik.html' title='Kesadaran Profetik'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-5063360487433953465</id><published>2011-03-25T12:57:00.023+07:00</published><updated>2011-05-10T13:35:50.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuniek Herdyastuti'/><title type='text'>Dalam Sel Manusia Tersimpan Ensiklopedia Yang Sangat Besar</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Dr. Nuniek Herdyastuti, M.Si.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَىٰ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(37)Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),&lt;br /&gt;(36)Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?&lt;br /&gt;(38)kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Qiyamah (75): 36-38]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Begitu kompleks kehidupan yang ada di alam ini, kehidupan makro begitu penuh dengan misteri apalagi dengan kehidupan mikro. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan dengan begitu sangat indah, bentuk maupun rupanya. Tetapi begitu banyak manusia yang masih merasa bahwa apa yang dimiliki belumlah sempurna. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Qs. At-Tin (95) : 4]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Pernahkah kita merenung sejenak berpikir tentang sistem atau mekanisme yang ada dalam tubuh ini. Semuanya tertata begitu indah dengan urut-urutan yang begitu teratur dan sangat cermat, tanpa pernah ada kesalahan sedikitpun. Hal itu berlangsung setiap saat tanpa menunggu komando kita, meskipun kita sedang lelah, ngantuk, atau tertidur proses itu tetap berlangsung. Dikatakan bahwa tubuh manusia merupakan pabrik raksasa yang canggih yang mungkin bisa mengalahkan peralatan komputerisasi super canggih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Projek Genom Manusia, yaitu sebuah mega proyek yang dirancang manusia yang berupaya untuk membuat bagan dari peta kasar genom manusia, telah selesai dikerjakan dan menghasilkan detail dari “informasi genetik”. Hasil tersebut telah menunjukkan betapa unggulnya makhluk hidup penciptaan Allah s.w.t, telah terungkap bagi manusia. Kini, setiap orang yang memikirkan hasil dari projek ini dan mengetahui bahwa sebuah sel manusia mengandung informasi yang sangat banyak untuk menyimpan ribuan halaman ensiklopedia, dapat memahami betapa hasil ini merupakan keajaiban besar atas penciptaan Allah swt. Perkembangan sains memperjelas bahwa makhluk hidup memiliki struktur yang luar biasa kompleks dan suatu keteraturan yang terlalu sempurna untuk muncul melalui peristiwa kebetulan. Ini membuktikan fakta bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Pencipta yang Mahakuasa yang memiliki pengetahuan tanpa banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era modern manusia menyimpan informasi dengan menggunakan komputer yang dianggap teknologi tercanggih untuk membuka jalan menuju teknologi lainnya. Dengan menggunakan sebuah mikrocip yang sangat kecil ukurannya, manusia dapat menyimpan ribuan data yang sangat penting. Akan tetapi kecanggihan alat tersebut tidak dapat menandingi kehebatan DNA, molekul yang sangat kecil, tersimpan di dalam inti sel dan menyimpan ribuan atau bahkan jutaan informasi vital tentang kelangsungan hidup suatu makhluk. Satu sel manusia diperkirakan mengandung DNA 2 m, dan total DNA di dalam tubuh sekitar 2 x 1010 km (bandingkan, keliling bumi = 46.000 km !!! ). Manusia mempunyai 46 kromosom, diibaratkan terdapat 46 jilid ensiklopedia sel yang meliputi seluruh karakteristik manusia. Bila dibandingkan dengan salah satu ensiklopedia terbesar di dunia, yaitu Ensiklopedia Britannica mempunyai 23 jilid dengan 25.000 halaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian, ternyata ensiklopedia sel mampu menampung 5 milyar informasi atau 40 kali lebih besar dibandingkan ensiklopedia terbesar di dunia. Apakah kita semua pernah menyadari semua keajaiban itu ? pernahkah kita berpikir sejenak bagaimana bisa DNA yang begitu panjang bahkan panjangnya hampir 500.000 kali keliling bumi bisa tersimpan dalam tubuh kita. Bagaimana bila DNA tersebut tidak dipaket dengan sedemikian bagusnya apa yang akan terjadi? Kita tidak sedang berpikir bahwa dataa yang begitu banyak tersebut tersimpan dalam suatu komputer atau suatu gedung perpustakaan yang dapat menampung ribuan data atau buku, tetapi kita sedang berbicara tentang sel dengan ukuran 100 kali lebih kecil dari 1 milimeter……. Sebuah kenyataan yang sangat luar biasa, sel yang hanya tersusun dari protein, lemak dan air dapat menyimpan jutaan informasi mengandung serangkaian DNA dan enzim-enzim yang bekerja secara harmonis untuk mengorganisir kegiatan yang sedemikian rumitnya di dalam sel tanpa pernah mengalami kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh lagi kegiatan yang dilakukan pada proses replikasi DNA. Molekul DNA tersusun dalam rangkaian huruf A – T – G – C dengan makna khusus. Pada proses tersebut dibantu oleh enzim-enzim yang bekerja begitu teliti sekali saat menyusun nukleotida. Bahkan enzim-enzim tersebut melakukan proses editing untuk melihat kembali apakah terjadi kesalahan atau tidak pada saat penyusunan nukleotida. Hal ini dikarenakan apabila terjadi kesalahan memasukkan nukleotida satu huruf saja maka dapat menyebabkan peristiwa yang disebut MUTASI. Mutasi tersebut sangat fatal karena dapat mengakibatkan cacat, penyakit atau mungkin kematian seperti penyakit hemophilia, kanker darah (leukemia) dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian ternyata tiap 109 – 1010 nukleotida hanya terjadi kesalahan 0,1 – 1 % saja, dan itupun sangat jarang terjadi. Sebenarnya kekeliruan tersebut bukan merupakan suatu kesalahan, tetapi ada tujuan yang tersembunyi dari Allah untuk menunjukkan bahwa manusia itu bersifat lemah dan tidak mempunyai kemampuan sendiri tanpa bantuan Allah swt. Begitu hebatnya SANG MAHA PENCIPTA kita, yang telah memprogram ciptaan-NYA dengan begitu sempurna sekali…….     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;(16) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-5063360487433953465?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/dalam-sel-manusia-tersimpan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5063360487433953465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5063360487433953465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/dalam-sel-manusia-tersimpan.html' title='Dalam Sel Manusia Tersimpan Ensiklopedia Yang Sangat Besar'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-8785953102906660449</id><published>2011-03-18T06:38:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:36:04.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Kiprah Hamba Mulia</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا﴿٦٣﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(63)Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Istilah ‘hamba’ dalam bahasa Arab adalah‘abd yang berasal dari kata kerja ‘abada yang berakar kata dengan huruf-huruf ‘ain, ba’,dan dal. Struktur ini bermakna pokok ‘kelemahan dan kehinaan’ dan ‘kekerasan dan kekasaran’.&amp;nbsp; Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa seorang hamba pada hakekatnya lemah dan hina tidak ada bandingannya dihadapan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sehingga tak layaklah bagi seorang hamba melakukan kesombongan baik terhadap sesamanya lebih-lebih terhadap sang kholik (Pencipta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba merupakan wujud pribadi yang mampu berkiprah dengan kerendahan hati dan ucapan yang mengandung keselamatan kehidupan, menyadari keadaan ini dinamika kehidupan akan mampu meminimalkan berbagai bentuk kejahatan yang penuh kehinaan, untuk meraih kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika kehidupan dunia ada yang berwarna kemuliaan dan juga ada yang berwarna kehinaan, dan sangat dimungkinkan antara keduanya bisa saling bersengketa untuk mempertahankan kepentingan &amp;nbsp;yang dimilikinya, maka diutuslah para Nabi dan Rasul untuk membimbing manusia pada kebenaran menuju keselamatan, membuang segala bentuk permusuhan menuju persaudaraan. Hubungan antar manusia beserta alam sekitarnya bisa saling menghormati dan menghargai, lebih-lebih sebagai sesama hamba yang lemah tentunya sangat paham akan peran kemuliaan, sehingga figur pemimpin yang menjadi tauladan kehidupan akan mendorong proses kesadaran diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Keberadaan Rasulullah Muhammad SAW dalam pentas peradaban dunia ternyata mampu memberikan kontribusi besar untuk perbaikan kehidupan, ketika lingkungan sekitarnya mengedepankan permusuhan, kesewenangan, hingga pembunuhan, sapaan dakwah Rasulullah SAW mengantarkan sekaligus menyelamatkan kehidupan manusia pada kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadiannya sungguh luar biasa dalam memberikan keteladanan kebaikan (QS:68:4), ketika tatanan sosial lebih mengedepankan kerendahan moral, sehingga nilai-nilai kemanusiaan runtuh dan tidak ada harganya, Uswah hasanah Rasulullah SAW mampu menjadi bintang penerang kehidupan, penyembuh luka kehidupan, mengangkat pada derajat kemuliaan. Beliaulah hamba pilihan Allah SWT yang memiliki kepekaan tinggi untuk peduli, yang memiliki kesabaran tinggi untuk memberi solusi atas problem dan jeratan kehidupan yang menghinakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tanggal 12 Rabiul Awwal merupakan tanggal yang bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, karena pada saat itulah lahirnya manusia yang mulia, teragung sepanjang masa, dengan membawa misi kenabian Risalah Islam yang menyelamatkan. Sehingga Michael H Hurt dalam bukunya The 100, menempatkan Rasulullah Muhammad SAW pada ranking pertama sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ensiklopedi Islam, ketika beliau masih berusia 20 tahun telah mendirikan Hilful Fudul, semacam lembaga sosial yang menangani masalah kemiskinan dan korban keteraniayaan, sebagaimana kita ketahui para elite Jahiliyah yang begitu tega menyiksa dan menghina masyarakat Makkah yang menjadi korban kebrutalan dan kekejamannya tanpa adanya belas kasihan. Dalam Ensiklopedi Muhammad, Afzalur Rahman menyatakan, dalam tempo kurang dari satu dekade , Muhammad SAW berhasil meraih berbagai prestasi yang tak mampu disamai pemimpin Negara manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi gemilang membangun peradaban manusia yang lebih beradab karena dukungan kesempurnaan ajaran Islam serta keteladanan sang pembawa risalah Islam Muhammad SAW, kekuatan inilah yang mampu merobohkan tirani kekejaman yang ditampilkan para elite jahiliyah, sehingga mereka yang cerdas tercerahkan, mereka yang tertindas diberdayakan, dan mereka yang pemberani menjadi ikhlas dalam berjuang untuk mengawal dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian yang unggul dari Rasulullah itulah yang menjadi daya dorong umat untuk meneladani sepak terjangnya baik sebagai pribadi, anggota keluarga maupun perannya di masyarakat yang lebih luas agar tetap mencerminkan nilai-nilai kemuliaan. Hamba mulia merupakan pribadi yang sehat baik secara jasmani maupun ruhani serta mampu mengambil hikmah secara cerdas atas berbagai fenomena kehidupan yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Dr. Herbert Benson dari fakultas kedokteran Harvard University berkesimpulan keimanan memberikan banyak kedamaian dan kesehatan jiwa. Hasil penelitian David B Larson seorang ahli kesehatan masyarakat dari Amerika berkesimpulan, bahwa orang yang taat beragama sedikit mengalami stress, bahkan penyakit jantung 60 % lebih sedikit dibandingkan orang – orang &amp;nbsp;biasa dan atau yang tidak taat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi kehidupan kadangkala membahagiakan dan kadang pula mengguncangkan, sehingga seorang hamba mulia akan mampu mendayagunakan segenap potensi dirinya untuk konsisten dalam perilaku yang bijak. Hasan Al Basri memberikan nasehat, wahai anak cucu Adam bagaimana mungkin kamu mendapatkan kemuliaan dalam agamamu, sedang kamu melalaikan sholat, dan janji orang mulia adalah berbuat dan menyegerakan, sedang janji orang yang hina adalah menangguhkan dan menunda-nunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban kehidupan ini membutuhkan kehadiran orang-orang yang mulia, dan diharapkan kita mampu menjadi bagian orang yang mulia itu untuk memperbaiki kehidupan yang telah dirusak oleh ulah orang-orang yang hina, dan jangan jadikan diri ini bagian dari orang-orang yang hina karena orientasinya hanya sebatas pemuasan nafsu belaka. Hamba mulia merupakan pribadi yang konsis mempererat kedekatan dengan sang kholiknya sekaligus berkiprah dengan teladan kebaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-8785953102906660449?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/kiprah-hamba-mulia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8785953102906660449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8785953102906660449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/kiprah-hamba-mulia.html' title='Kiprah Hamba Mulia'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-1497910702989401321</id><published>2011-03-11T13:26:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:36:27.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syamsun Aly'/><title type='text'>Karakter Ummat Muhammad</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. H. Syamsun Aly, MA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(29) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Fath (48): 29]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Nabi Muhammad SAW. adalah sosok panutan yang terbaik (uswatun hasanah) bagi setiap Mu’min atau Muslim yang mendambakan bertemu Allah dan hari akhir. Pernyataan itu ditegaskan sendiri oleh Allah dalam al-Qur’an Surat 33/ al-Ahzab : 21.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(21)Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Ahzab (33): 21]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tokoh panutan, beliau memiliki sifat-sifat yang seharusnya diteladani oleh ummat pendukungnya, yakni tegas, tidak mengenal kompromi terhadap orang-orang kafir, dan kasih sayang terhadap sesama mu’min. sifat beliau lainnya pada lanjutan ayat di atas adalah, gemar ruku’ dan sujud (menegakkan shalat), selalu mencari ridla dan karunia Allah dan pada wajah mereka  ada pancaran bekas sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.  ASYIDDAA’  ALAL KUFFAAR.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sikap tegas Rasulullah terhadap orang kafir, yaitu ketika beliau ditawari Jabatan tertinggi dan wanita tercantik lewat sang paman Abu Thalib, dengan syarat tidak boleh lagi menda’wahkan agama barunya. Tawaran tersebut lansung dijawab tegas oleh beliau : “Wahai paman, sekiranya mereka (orang-orang kafir) mampu meletak-kan matahari di tangang kananku dan rembulan di tangan kiriku, dengan maksud agar aku berhenti menda’wahkan ajaran Islam ini. Maka aku akan terus menerus berda’wah sampai aku menang atau aku hancur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tegas beliau juga tergambar pada saat diajak toleransi oleh orang-orang kafir, yakni mereka bersedia menyembah Allah bersama kaum muslimin selama 1 minggu dan berikutnya  kaum muslimin diajak menyembah berhala selama 1 munggu pula. Demikian halnya pada hari-hari berikutnya. Lalu dijawab tegas oleh Nabi, sebagaimana termaktub dalam Surat al-Kafirun ayat 1-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.  RUHAMAA’ BAINAHUM.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika terhahap orang-orang kafir Rasulullah bersikap tegas dan tidak kenal kompromi, maka kepada sesama mu’min atau muslim, beliau sangat mencintai, menyayangi dan suka membantu mereka. Bahkan beliau memberi gambaran kehidupan mu’min satu dengan lainnya itu, diibaratkan satu tubuh yang saling menyanyangi dan membantu satu dengan lainnya, dan jika salah satu organ tubuh sakit, maka ikut sakit pula seluruh anggota tubuhnya. Dalam hadits lain beliau menggambarkannya seperti sebuah bangunan yang saling memperkokoh satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“tidak beriman salah seorang kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”.&lt;br /&gt;(HR. Bukhari Muslim, Ahmad, at-Trimidzi dan an-Nasa’i)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.  RUKKA’AN SUJJADAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karakter Nabi saw. adalah gemar beribadah terutama shalat. Dalam suatu riwayat diterangkan, bahwa Nabi saw kalau shalat di malam hari itu memakan waktu yang sangat lama. Kualitas shalat dan bacaannya juga luar biasa, sehingga basah tempat sujud beliau karena air mata dan bengkak kedua mata  beliau karena menangis saat beribadah dan berdo’a. Aisyah bertanya: “Kenapa engkau Lakukan semua itu wahai Rasulullah? bukankan Allah sudah mengampuni dosa-dosa engkau dan juga sudah menjamin surga untukmu? Maka jawab beliau : “afalaa uhibba an akuuna ‘abdan syakuuran”, bukankah aku senang jika aku dinilai Allah sebagai hamba yang bersyukur (kepadaNya)?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping 3 sifat di atas, dalam semua aspek kehidupan baik bidang mu’amalah, ubudiyah maupun da’wah,  Rasulullah SAW. selalu mencari karunia dan ridla Allah swt. bukan jabatan, kekayaan, pengaruh atau pujian orang. Itulah sebabnya maka wajah beliau meman-carkan aura yang penuh cahaya, berwibawa, dan mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SIKAP KITA SEHARUSNYA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ummatnya tentu saja kita harus mencotoh karakter Nabi Muhammad yang dIterangkan Allah dalam sura al-Fath di atas. Yakni Asyidda’u ’alal kuffaar dan ruhamaa’u bainal mu’minin, bersikap keras dan tegas terhadap orang kafir, namun menjalin kasih sayang terhadap sesama mu’min. kalau kita mengaku sebagai ummat Muhammad (Muhammadiyyah). Jangan sebaliknya, jahat dan sadis kepada sesama mu’min namun kasih sayang dan suka menolong orang-orang fasiq atau kafir, yang sudah jelas-jelas sebagai musuh Allah dan agama Islam tercinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-1497910702989401321?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/karakter-ummat-muhammad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/1497910702989401321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/1497910702989401321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/karakter-ummat-muhammad.html' title='Karakter Ummat Muhammad'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-1727931568843714594</id><published>2011-03-04T05:31:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:38:14.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Muhammadiyah: Gesekan Indah Biola</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(147) Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 147]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dinamika dakwah Islam dalam persyarikatan Muhammadiyah beserta seluruh organisasi otonomnya sesungguhnya merupakan implermerntasi dari kekuatan aqidah tauhid yang tertanam kuat untuk mendeklarasikan prinsip kebenaran dari AllahSWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran ini sebagai upaya menjadikan kehidupan manusia lebih bermakna dan berdaya guna untuk secara aktif dan produktif dalam beramal soleh, karena ternyata masih sering kita jumpai berbagai model dinamika kehidupan yang justru mengantarkan pada kehinaan, terbelenggu kesesatan, terobsesi dengan dendam dan permusuhan serta penindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran yang seharusnya ditegakkan untuk kemaslahatan, telah terkubur oleh nafsu keserakahan, kebenaran dianggap kuno dan  usang sedang  kemaksiatan dijadikan trend kehidupan. Situasi seperti ini sering menimbulkan gesekan dan konflik untuk berbagai kepentingan, sehingga suasana kehidupan tidak kondusif, mencekam dan menakutkan, keharmonisan telah sirna, yang ada hanyalah permusuhan dan kecurigaan, rasa saling menghormati dan menghargai telah mati, yang ada hanyalah kebencian sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seperti ini tidak lagi mendasarkan pada kebenaran tetapi pada kebodohan akibat sempitnya wawasan dan kerdilnya kecerdasan, serta tertutupnya kejernihan nurahi. Ketidakmampuan  menjadikan kebenaran sebagai pilihan sekaligus penuntun kehidupan, sehingga berdampak pada maraknya berbagai aksi aksi keburukan, kebrutalan, kekejaman dan kerendahan sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هٰؤُلَاءِ سَيُصِيبُهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. az-Zumar (39): 51]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apapun fenomena kehidupan yang ada disekitar kita, hendaknya kita bisa berperan secara maksimal dalam memberikan solusi perbaikan dan keunggulan kehidupan sebagai wujud amal soleh serta peran amar ma’ruf nahi munkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ruang inilah dakwah Muhammadiyah semakin terbuka lebar, lebih-lebih ketika menghadapi problematika kehidupan yang semakin sarat dengan segala sifat kerendahan (kebohongan, kerendahan moral, dan sejenisnya), sehingga terpanggil untuk menata meski sarat dengan berbagai bentuk perlawanan tidak mengurangi sedikitpun langkah perjuangannya dalam menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode dakwah Muhammadiyah sebagaimana tertayang dalam film Sang Pencerah, dimana KH.Achmad Dahlan begitu piawai mengesekkan biola sehingga menghasilkan suasana keindahan ajaran Islam berupa : keotentikan, kejernihan, menyadarkan, menggerakkan, memberdayakan serta ikhlas berjuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan lantunan gesekan biola ini  tidak bisa dilepaskan dari kualitas pribadi yang memainkan, sehingga dari karya indah inilah bermunculan kader-kader persyarikatan yang tangguh untuk bisa memainkan simponi keindahan dalam dakwah Islam dan mampu melahirkan karya-karya monumental berupa amal usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika perjalanan dakwah dalam memainkan dan menghasilkan karya indah dari gesekan biola ini bukan berarti tanpa masalah, justru gesekan itu bisa memanas karena terbawanya berbagai kepentingan yang beragam, namun semua kader persyarikatan sangat paham bahwa di Muhammadiyah adalah lahan dakwah untuk beramal soleh, sehingga sepanas apapun akibat gesekan yang ada tidak memutuskan tali persaudaraan justru semakin menyadarkan bahwa permasalahan yang ada itu merupakan tahapan menuju kesempurnaan amal soleh, sehingga dalam memberikan solusi akan dilakukan secara bijak dan cerdas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran seperti inilah yang harus terus dibangun, sehingga ketika ada problematika semakin menambah daya dukung untuk berkomitmen terhadap kebijakan persyarikatan Muhammadiyah yang selalu memperjuangkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhirnya acara Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Surabaya, bertema : “  Penguatan Gerakan Dakwah dan Tajdid Untuk Pencerahan Peradaban” yang digelar sejak awal Januari 2011 hingga 30 Januari 2011 dengan berbagai acara penyerta yang mampu menjadi daya dorong untuk tetap bersinergi dengan berbagai potensi persyarikatan yang ada sehingga terpilihlah Pimpinan pada periode 2010 – 2015 dengan berbagai program yang mencerahkan, memberdayakan serta berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kepemimpinan inilah diharapkan mampu memainkan gesekan dawai biola yang indah yang tertantang dengan problematika kehidupan. Lantunan indahnya gesekan biola dakwah Muhammadiyah dalam menterjemahkan berbagai program yang ada sangatlah dinantikan untuk upaya percepatan perbaikan kehidupan, sehingga kebenaran terus ditegakkan tanpa ada keraguan sedikitpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencerah dalam barisan kepemimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Surabaya memiliki tanggung jawab yang besar untuk bersinergi dan koordinasi serta mengimplementasikan kebijakannya. Indahnya gesekan biola akan terasa indah manakala dijalankan dengan penuh amanah hingga menghasilkan karya amal soleh yang nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-1727931568843714594?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/muhammadiyah-gesekan-indah-biola.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/1727931568843714594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/1727931568843714594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/03/muhammadiyah-gesekan-indah-biola.html' title='Muhammadiyah: Gesekan Indah Biola'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-1234859562171517587</id><published>2011-02-25T01:00:00.018+07:00</published><updated>2011-05-10T13:37:08.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad Wiharto'/><title type='text'>Musyawarah Dalam Perspektif al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; H. Muhammad Wiharto, S.Pd.I., MA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anggota Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Ali Imran (3): 159]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Musyawarah Dalam Kamus Al-Munawwir disebutkan, syura atau musyawarah adalah suatu usaha untuk saling memberikan nasihat atau saran. Dengan kata lain, musyawarah sebagai upaya pengambilan keputusan yang terbaik tentang suatu persoalan. Jika demikian, maka musyawarah sangat dibutuhkan ketika seseorang, komunitas atau organisasi menghadapi persoalan yang rumit. Sebab keputusan hasil musyawarah tentunya akan memberikan keuntungan bagi banyak pihak karena telah melewati proses sharing (tukar pendapat) dan saran para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas secara tegas menyebutkan tiga sikap yang secara berurutan diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya dalam melaksanakan permusyawaratan. Penyebutan ketiga sifat yang harus di miliki oleh setiap peserta musyawarah adalah sebagai berikut. Pertama, sikap lemah lembut (lintalahum). Seseorang yang melakukan musyawarah, seharusnya menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Karena sikap seperti itu membuat para musyawirin menjauh dan tidak simpatik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mudah memberi ma’af dan membuka lembaran baru (wa’fu anhum). Berkenan dengan memberi ma’af berarti bersedia menghapus bekas luka di hati akibat perlakuan pihak lain yang di nilai tidak wajar. Hal ini menjadi penting karena proses musyawarah dengan berbagai pihak harus dilakukan dengan kejernihan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berserah diri kepada Allah SWT. (tawakkal ‘ala Allah), setelah berbulat tekad dan mau melaksanakan hasil musyawarah yang telah diputuskan bersama. Karena hanya dengan sikap inilah pembicaraan selama permusyawaratan bisa membuahkan hasil dan memberikan hasil yang efektif untuk mewujudkan pemaslahatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di renungkan lebih seksama, ayat tersebut dapat dipahami secara tegas bahwa Rasulullah saw sebagai manusia dan pribadi yang terjaga dari dosa (ma’shum) saja, diperintahkan untuk melakukan musyawarah. Hal itu beliau lakukan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Beliau tidak pernah segan bertukar pikiran dan pendapat dengan para sahabatnya tentang suatu masalah. Dalam pandangan DR. Ramadhan Said al-Buthy (penulis biografi [sirah nabawiyah]) ditegaskan bahwa kunci sukses dakwah Rasulullah saw karena beliau menerapkan musyawarah dalam setiap langkah perjuangan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sifat Peserta Musyawarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan ayat di atas tadi, Q.s. Asy-Syuura: 38 memerintahkan orang-orang yang menerima dan mematuhi seruan Allah dan orang-orang yang rajin melaksanakan shalat, agar urusan mereka (diputuskan) dengan jalan musyawarah di antara mereka. Ayat ini bisa dipahami, bahwa setiap persoalan yang dipecahkan secara kolektif kolegial atau bersama-sama akan memberikan manfaat yang banyak dan memiliki efek kemaslahatan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang membentangkan rahmatnya atas seluruh alam (rahmatan lil alamin) sama sekali tidak membatasi keterlibatan orang di luar Islam (non Muslim) dalam menyumbangkan sarannya untuk memecahkan suatu masalah. Karena sesungguhnya ajaran musyawarah dalam Islam bersifat inklusif (terbuka), bukan hanya sesama muslim, melainkan juga kepada mereka yang bukan muslim. Kerjasama dalam urusan muamalah-duniawiyah sebagaimana disebutkan dalam qaidah ushul, al ashlu fi al-mu‘amalah al-ibahah (pada prinsipnya semua bentuk kerjasama muamalah itu di perbolehkan dan boleh dipecahkan secara bersama dan tidak menjadi monopoli umat Islam saja). Sebab target utama yang akan dicapai adalah membangun iklim kondusif dalam memecahkan persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ajaran musyawarah tidak ada yang menetapkan sifat-sifat peserta musyawarah, tidak juga batasan jumlahnya. Namun demikian, dari keterangan suatu riwayat dan beberapa pandangan ulama, dijumpai penjelasan sifat-sifat umum kriteria peserta musyawarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara riwayat Rasulullah saw yang menjelaskan hal itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Wahai Ali, janganlah kamu bermusyawarah dengan penakut! Karena dia justru akan mempersempit jalan keluar. Jangan juga dengan orang yang kikir! Karena dia hanya akan menghambat engkau dari tujuanmu. Juga tidak dengan orang yang berambisi! Karena dia akan menciptakan keburukan bagimu. Ketahuilah wahai Ali, bahwa sifat takut, kikir dan sifat ambisius merupakan sifat bawaan yang semuanya bermuara para prasangka buruk terhadap Allah SWT.” &lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR al-Bukhari &amp; Muslim)&lt;/b&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks persoalan-persoalan yang berkaitan dengan urusan publik, apa yang dilakukan Rasulullah saw cukup beragam. Sekali waktu beliau pernah memilih orang-orang tertentu yang dianggap cakap untuk masalah yang dibahas. Terkadang melibatkan para pemuka masyarakat, bahkan menanyakan kepada semua unsur yang terlibat di masyarakat. Dalam bermusyawarah, setiap orang harus menjunjung tinggi etika, menghargai pendapat orang lain, mengakui kelemahan diri sendiri, dan mengakui kelebihan orang lain. Di samping itu yang paling penting, peserta musyawarah harus mampu menahan diri dari sikap ingin menang sendiri. Dalam melakukan debat dan adu argumentasi tujuan utamanya adalah mendapatkan kebaikan bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tidak boleh ada yang ingin menang sendiri. Sebab dalam musyawarah tidak ada yang kalah dan menang. Kemenangan akan diraih ketika keputusan terbaik telah dihasilkan. Karena itu, hendaknya setiap pimpinan dan warga Persyarikatan sebagai generasi penerus KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” senantiasa menjadikan musyawarah sebagai forum untuk memperjuangkan nilai-nilai agama demi kemaslahatan bersama. Sebagaimana sebuah riwayat,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Agama itu nasihat. Para sahabat bertanya: untuk siapa nasihat itu ya Rasulallah? Beliau menjawab: untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan rakyatnya”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR Muslim)&lt;/b&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-1234859562171517587?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/musyawarah-dalam-perspektif-al-quran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/1234859562171517587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/1234859562171517587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/musyawarah-dalam-perspektif-al-quran.html' title='Musyawarah Dalam Perspektif al-Qur&apos;an'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-6287658311960110646</id><published>2011-02-18T01:00:00.010+07:00</published><updated>2011-05-10T13:38:21.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Cerdas Mengemban Amanah</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Anfaal (8): 27]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Mengemban Amanah dalam ajaran Islam merupakan salah satu pilar utama untuk tegaknya keadilan, sehingga siapapun orangnya diharapkan mampu menjaga amanah yang diembannya, dan lebih-lebih bagi seorang pemimpin yang telah mendapat mandat dari rakyat untuk memaksimalkan kinerjanya. Al Qur’an telah mengulang beberapa kali tentang amanah ini sebagai pedoman dan petunjuk kebenaran, agar dalam menjalankan amanah ini tetap tertuju pada kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang tertuang dalam Al Qur’an surat An Nisa’ : 58 agar amanah ini diberikan kepada yang berhak menerimanya, bukannya yang meminta-minta untuk diberi amanah; Al Baqarah : 283 menyandingkan dalam menunaikan amanat dengan  tetap bertaqwa; Al Ahzab : 72 tentang kesanggupan manusia dalam memikul amanah; Al Anfaal : 27 tentang keserasian sikap orang yang beriman yang tidak berkhianat terhadap Allah dan Rasulnya serta amanat yang dipercayakan kepadanya; Al Mukminuun : 8 untuk selalu memelihara amanat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian ayat-ayat Al Qur’an di atas semakin menyadarkan kepada kita bahwa dalam mengemban amanah ini tidak diperoleh begitu saja, lebih – lebih seperti perilaku murahan yang mempergunakan uang ataupun imbalan jasa lainnya untuk mendukungnya, jika cara ini yang dilakukan berarti telah menodai amanah, sehingga kinerjanyapun tidak maksimal dan akan melakukan jika mendapatkan imbalan yang selalu diharapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis jika suatu jabatan / kedudukan yang diemban diparalelkan dengan berbagai fasilitas yang disediakan, bukannya dengan tanggung jawab. Suatu ketika Abu Dzar  RA,  menginginkan jabatan yang bersifat strategis pada Rosulullah Muhammad SAW, sebagaimana dalam hadits Muslim : “ Wahai Abu Dzar, kamu seorang yang lemah dan suatu jabatan.kedudukan yang bernilai tanggung jawab adalah sebuah amanat. DanSesunguhnya amanat itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan di hari Pembalasan, kecuali orang yang menerimanya dengan benar dan mampu menunaikan kewajibannya dalam amanat tersebut.” Sungguh luar biasa ketauladanan Rosulullah ketika memberikan kebijakan terkait tanggung jawab yang tidak sembarangan orang bisa menerimanya tetapi tetap diperhatikan integritas, kapabilitas, dan moralitas, sehingga dalam menjalankan amanatnya tidak ada kepentingan lain kecuali sebagai wujud ketaqwaan pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Ruhaniyah, memberikan penjelasan bahwa amanah adalah titipan yang menjadi tanggungan, bentuk   kewajiban, atau utang yang harus kita bayar dengan melunasinya sehingga kita merasa aman dan terbebas dari segalan tuntutan. bertanggung jawab berarti kemampuan seseorang untuk menunaikan amanah karena adanya harapan atau tujuan tertentu. Prof.Dr. Thohir Luth memberikan pencerahan bahwa penerima amanah sebenarnya telah memiliki landasan moral yang teramat mulia, yaitu dipercaya orang karena kejujurannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran pemimpin suatu kalimat yang sangat indah yang bukan sebatas wacana ataupun slogan saja tetapi benar-benar teraktualisasikan dalam sikap dan kebijakannya, sehingga yang dipimpin merasakan sikap kejujuran pemimpin  dan hak-haknya tidak terkurangi sedikitpun. Pemimpin yang demikianlah yang bertanggung jawab akan tugas yang diembannya, dan rela berkurban untuk kesejahteraan masyarakatnya, bukannya masyarakat menjadi korban kebijakannya sehingga kesengsaraan melilitnya. Selanjutnya Yusuf Qordhowi memperinci bahwa perbuatan seperti keadilan, rahmat, kebaikan, kejujuran, amanah, ikhlas, pemenuhan janji, kesucian, rasa malu, tawadhu’, kedermawanan, senang berbuat baik, memperhatikan hal-hal yang haram, berbakti kepada orangtua, silaturrohmi, menghormati tetangga, dan keutamaan-keutamaan lainnya merupakan kewajiban agama yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Perbuatan ini termasuk cabangnya iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berikan amanah ini kepada mereka yang tidak memiliki kompetensi  sesuai bidangnya karena akan semakin mengarah pada kehancuran, dan harapan yang dicitakan tertelan keangkuhan, kritikan yang menghunjam dilawan dengan kebodohan, mereka tidak mampu menangkap nilai-nilai kemuliaan dan terbuai oleh mimpi dan bisikan koleganya semata. Pemimpin menjadi pemimpi yang tidak cerdas dan bijak terhadap realita yang sesungguhnya terjadi disekitarnya. Perubahan pemimpin menjadi pemimpi sangatlah tipis sekali hanya satu huruf n saja, tetapi dampaknya luar biasa, dimana mereka hidup dalam bayang-bayang semu saja, karena kebohongan dianggap kebaikan, menghianati amanat sudah menjadi tradisi kebijakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan mengemban amanah merupakan kesadaran akan tanggung jawab yang diembannya, sehingga tidaklah mungkin untuk dihianati, tetapi justru semakin menjadikan kekokohan jatidiri untuk mampu memberi solusi atas problematika yang terjadi, bukannya semakin membebani. Kecerdasannya semakin menunjukkan prestasi karena mampu memberikan pelayanan sepenuh hati, untuk peduli. Amanah merupakan wujud tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, wujud tampilannya adalah keterbukaan, kejujuran, kerja optimal, ihsan (berbuat  yang terbaik) dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taymiyyah mengatakan, sejatinya jujur dan ikhlas merupakan perwujudan iman dan Islam. Penganut agama islam terbagi dua mukmin dan munafik, keduanya dibedakan oleh kejujuran, sebab kemunafikan adalah dusta. Mengemban amanah bagi seorang mukmin akan selalu diprioritaskan, karena dari sanalah akan terbuka cakrawala bahwa amanah mampu menjadikan diri lebih mulia, dan segala sifat kehinaan tidaklah pantas disandingkan dengan keimanan, amanah menjadikan diri lurus akal, sehingga akan bersikap bijak, dan amanah merupakan wujud pribadi yang terpercaya. Laksanakan amanah dengan kesungguhan agar menjadi pribadi mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-6287658311960110646?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/cerdas-mengemban-amanah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6287658311960110646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6287658311960110646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/cerdas-mengemban-amanah.html' title='Cerdas Mengemban Amanah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-5268719229536891644</id><published>2011-02-11T01:00:00.013+07:00</published><updated>2011-05-10T13:38:35.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Choirul Amin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><title type='text'>Kualitas Manusia</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Choirul Amin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(132) Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;[QS. al-An'aam (6): 132]&lt;/blockquote&gt;Secara psikologis manusia terdiri dari 2 aspek yang saling berhubungan satu sama lain yaitu jasmani dan rohani. Jasmani bersifat material artinya berbentuk dan berwujud. Oleh karena itu ia dapat dilihat dengan mata telanjang. Misalnya tubuh kita beserta bagian-bagiannya. Sedangkan rohani bersifat non material. Artinya ia tidak berbentuk dan berwujud tetapi kegiatan rohani tersebut tetap dapat diidentifikasi, dianalisa bahkan digeneralisasi. Misalnya perasaan sedih, gembira bahkan marah. Meskipun secara lahiriah kita tidak dapat menerangkan keadaan sedih dan gembira itu seperti apa, tetapi kita masih dapat menangkap sinyal yang ditimbulkannya. Misalnya perasaan sedih diekspresikan melalui raut wajah yang suram dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi ceritanya bila manusia dipandang dari sudut ilmu filsafat. Dalam sebuah bukunya yang berjudul “Ihya Ulumuddin”, secara filosofiis Imam Al-Ghazali membagi manusia dalam 4 kategori yaitu :&lt;br /&gt;1.  Dia tahu dan Tahu Bahwa Dirinya Tahu, &lt;br /&gt;2.  Dia tahu Tetapi Tidak Tahu Bahwa Dirinya Tahu, &lt;br /&gt;3.  Dia tidak tahu, tetapi tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu dan &lt;br /&gt;4.  Dia tidak tahu dan tahu bahwa dirinya tidak tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kategori tersebut membawa konsekwensi yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Dia tahu dan Tahu Bahwa Dirinya Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang disebut orang bijak. Dia tidak sekedar mengetahui apa yang diketahui tetapi dia sangat sadar untuk apa dia berbuat demikian. Sayangnya orang dengan kriteria seperti ini jumlahnya sangat sedikit sekali. Siapakah mereka? Mereka tidak lain adalah para Nabi dan Rasul, Pewaris Nabi, Alim Ulama termasuk Wali serta para pencari kebenaran dalam hal ini filsuf. Mereka tidak hanya pandai berkata tetapi pandai pula berbuat. Pendek kata ada keselarasan antara apa yang diketahui dengan apa yang diperbuat. Oleh karena itu dia dapat dipercaya. Orang seperti ini patut diteladani baik kata maupun perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Dia tahu Tetapi Tidak Tahu Bahwa Dirinya Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itulah orang yang sedang lupa. Mengapa sampai demikian? Karena dia salah menggunakan wewenang dan ilmunya. Orang dengan kriteria seperti ini jumlahnya sangat banyak. Siapakah mereka? Yaitu para pemimpin, pejabat bahkan ilmuwan juga tidak ketinggalan para politisi. Mereka bukan berarti tidak mengetahui bahwa perbuatannya salah, tetapi karena godaan tertentu, mereka akhirnya terjerumus ke dunia hitam (kemaksiatan). Oleh karenanya mereka (pelupa) perlu diingatkan terus menerus agar kembali ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Dia Tidak Tahu, Tetapi Tidak Tahu Bahwa Dirinya Tidak Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itulah orang sombong. Orang semacam ini jumlahnya juga sangat banyak bahkan jumlahnya melebihi jumlah kategori manusia kedua. Mereka umumnya berilmu sedikit tetapi berlagak pandai. Sehingga tidak heran orang semacam ini sukanya pamer dan pandai bertopeng – bak katak dalam tempurung. Orang semacam ini berbahaya. Oleh karenanya mereka tidak patut dijadikan teman apalagi pemimpin organisasi atau negara. Bisa-bisa Anda tertular virus kesombongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Dia Tidak Tahu dan Tahu Bahwa Dirinya Tidak Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itulah orang pandir atau bodoh. Orang dengan kriteria seperti ini jumlahnya tidak sedikit. Mereka umumnya disebut orang awam atau kebanyakan. Tetapi masih ada harapan untuk diajak maju. Hanya kesempatan saja yang belum mereka peroleh. Oleh karena itu mereka perlu dibantu agar dapat hidup lebih layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat kategori manusia di atas, kiranya dapat dijadikan barometer makmur tidaknya suatu bangsa. Jika mayoritas penduduk suatu bangsa atau pemimpin suatu Organisasi berada pada posisi kategori 1 dan 2, maka dapat dipastikan bangsa atau organisasi tersebut makmur. Tetapi sebaliknya jika mayoritas manusia tersebut berada pada posisi 3 dan 4, maka jelas bangsa atau organisasi tersebut mengalami keterbelakangan yang sangat akut. Pertanyaannya sekarang adalah ada di kategori manakah bangsa kita, Indonesia tercinta ini? Apakah ada di kategori yang pertama, kedua, ketiga atau keempat? Jawabnya berpulang pada diri kita masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-5268719229536891644?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/kualitas-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5268719229536891644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5268719229536891644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/kualitas-manusia.html' title='Kualitas Manusia'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-6276146295788468723</id><published>2011-02-04T01:00:00.020+07:00</published><updated>2011-05-10T13:37:38.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmad Lutfi'/><title type='text'>Memilih Makanan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;/i&gt;: Drs. H. Ahmad Lutfi, M.Pd.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(172) Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 172]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Manusia diminta agar memakan makanan yang halal dan baik, niscaya kepada kaum yang beriman perintah ini lebih ditekankan. Karena  makanan yang dikonsumsi sangatlah berpengaruh kepada jiwa dan sikap hidup, makanan menentukan juga kepada kehalusan atau kekesaran budi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang baik-baik itu senantiasa disediakan oleh Allah asal kita berusaha. Buah-buahan lengkap tumbuh, binatang-binatang ternakpun demikian pula. Asal kita berusaha mencari dan memilih mana yang baik, pastilah kita tidak akan kekurangan makanan. Karena segala sesuatu telah lengkap, Allah-lah yang menyediakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penyelidikan ahli gizi, berbagai makanan itu mengandung beberapa vitamin, zat putih telur, zat besi, zat asam, kalori dan hormon dll yang semuanya itu untuk memperkuat tubuh manusia. Sebab itu kita diminta bersyukurlah kepada Allah. Tentu saja ada makanan yang dilarang, yaitu makanan yang tidak termasuk baik. Sebab makanan yang tidak baik akan merusak kesehatan dan merusakkan juga bagi budi. Orang yang beriman tentu makanannya teratur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan dan minuman yang beredar saat ini, rawan sekali mengandung zat aditif (zat tambahan) berbahaya, seperti formalin, boraks, methanil yellow, dan rhodamin B. Para produsen makanan menambahkan zat aditif berbahaya yang tidak seharusnya ditambahkan pada makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperkuat dengan adanya data hasil penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia tahun 2005, lebih dari 66% dari total 786 sampel, formalin digunakan pada pengawetan ikan hasil laut. Sementara mie basah menempati posisi kedua dengan 57%, tahu dan bakso menempati urutan berikutnya yakni 16% dan 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalin atau formaldehid adalah larutan tak berwarna, mudah larut dalam air, mudah menguap, dan mempunyai bau yang tajam. Formalin bersifat desinfektan kuat terhadap bakteri pembusuk dan jamur. Formalin (dalam bentuk gas) dipakai untuk mencegah &amp;nbsp;kerusakan tekstil oleh jamur atau ngengat. Selain itu formalin juga dapat mengeraskan jaringan sehingga dipakai sebagai pengawet mayat. Penggunaan senyawa formalin dalam makanan sangat berbahaya (meskipun dalam jumlah sedikit), karena bila dikonsumsi terus menerus dapat terakumulasi sehingga menekan fungsi sel, mempengaruhi kesetimbangan buffer darah dan cairan elektrolit pada sel (Montgomery,et.al, 1993). Tahapan berikutnya, ketika daya tahan sel tak lagi optimal, fungsi sel-sel atau jaringan berubah, tubuh dapat mengalami gangguan fungsional yang serius seperti, iritasi lambung, alergi, dan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang dikenal dengan penyakit kanker. (Setio, 2005 ; ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boraks merupakan senyawa yang berbentuk kristal berwarna putih, dan tidak berbau. Boraks bersifat disinfektan dan digunakan sebagai pengawet kayu. (Vogel, 1985). &amp;nbsp;Boraks merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus,misalnya bakso dan kerupuk. Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Bakso yang mengandung boraks sangat renyah dan disukai dan tahan lama sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah. Seperti halnya formalin, boraks memberikan dampak serius bagi tubuh, mulai dari gangguan pencernaan, gangguan syaraf pusat (yang ditandai dengan penurunan konsentrasi, bingung, bodoh), anemia, kerontokan rambut hingga meningkatkan resiko terjadinya kanker (bersifat karsinogen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhodamin B dan methanil yellow merupakan zat pewarna tekstil (nama dagang: wantex) yang mengandung logam berat. Rhodamin B memiliki rumus molekul C28H31N2O3Cl, berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu kemerah-merahan, sangat mudah larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berflouresensi kuat. Selain mudah larut dalam air juga larut dalam alkohol, HCl dan NaOH. Rhodamin B ini biasanya dipakai dalam pewarnaan kertas, di &amp;nbsp;laboratorium digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th. Metanil Yellow juga merupakan salah satu zat pewama yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam bahan makanan. Metanil Yellow digunakan sebagai pewama untuk produk-produk tekstil (pakaian), cat kayu, dan cat lukis. Metanil juga biasa dijadikan indikator reaksi netralisasi asam basa. Rhodamin B sampai sekarang masih banyak digunakan untuk mewarnai berbagai jenis makanan dan minuman (terutama untuk golongan ekonomi lemah), seperti kue-kue basah, saus tomat, saus cabe, terasi sirup, kerupuk dan tahu (khususnya Metanil Yellow), dan lain-lain. Kedua zat warna ini yang mengandung logam berat ini, bila terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan kanker terutama pada hati, ginjal, dan limpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(88) Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Maidah (5): 88]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Ayat ini memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi makanan dalam konteks ketakwaan dan agar manusia berupaya untuk menghindarkan makanan yang mengakibatkan siksa dan terganggunya rasa aman. Jadi, mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban sangat erat kaitannya dengan masalah iman dan takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata halalan, (bahasa Arab) berasal dari kata hala yang berarti ‘lepas’ atau ‘tidak terikat’.&amp;nbsp; Secara etimologi kata halalan berarti hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya.&amp;nbsp; Atau diartikan sebagai segala sesuatu yang bebas dari bahaya duniawi dan ukhrawi. Kata thayyib berarti ‘lezat’, ‘baik’, ‘sehat’, ‘menentramkan’ dan ‘paling utama.’&amp;nbsp; Dalam konteks makanan, kata thayyib berarti makanan yang tidak kotor dari segi zatnya atau rusak (kadaluarsa), atau bercampur benda najis.&amp;nbsp; Ada juga yang mengartikan sebagai makanan yang mengundang selera bagi yang akan meng-konsumsinya dan tidak membahayakan fisik serta akalnya.&amp;nbsp; Juga ada yang mengartikan sebagai makanan yang sehat, proporsional dan aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi cukup dan seimbang. Makanan yang seimbang artinya sesuai dengan kebutuhan konsumen tidak terlalu berlebihan (tabdzir) atau berkekurangan, tidak melampaui batas yang wajar. Aman artinya tidak menyebabkan penyakit, dengan kata lain aman secara duniawi dan ukhrawi.&amp;nbsp; Keamanan pangan (food safety) ini secara implisit telah jelas dinyatakan dalam QS.Al-Maidah: 88 &lt;br /&gt;seperti tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia diperintah Allah untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik.&lt;br /&gt;2. Makanan yang dilarang adalah makanan yang tidak termasuk baik. Sebab makanan yang tidak baik akan merusak kesehatan dan merusak budi manusia.&lt;br /&gt;3. Sebagai muslim harus lebih hati-hati untuk mengkonsumsi makanan yang beredar di pasaran agar terhindar dari makanan yang mengandung bahan kimia  berbahaya dan yang tidak seharusnya ditambahkan pada makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mendahulukan mengkonsumsi masakan/makanan di rumah yang lebih mudah terkontrol daripada mengkonsumsi makanan yang beredar di pasaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-6276146295788468723?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/memilih-makanan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6276146295788468723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6276146295788468723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/02/memilih-makanan.html' title='Memilih Makanan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-2794583692944271769</id><published>2011-01-30T04:55:00.002+07:00</published><updated>2011-05-10T13:38:45.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Waspadai Gerakan Pemurtadan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَمْ تُرِيدُونَ أَن تَسْأَلُوا رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِن قَبْلُ وَمَن يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(108) Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 108]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Kerukunan kehidupan beragama yang selama ini bisa kita rasakan baik dan relative lebih kondusif merupakan wujud kepedulian kita semua untuk bisa hidup berdampingan meski ada perbedaan khususnya dalam keyakinan beragama tidak menghalangi bagi kita untuk tetap menjaga kerukunan. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan dimasyarakat sangatlah diperlukan adanya sikap saling menghormati dan  menghargai, sehingga terpeliharalah keharmonisan kehidupan, laksana satu keluarga yang terus berupaya menjaga kerukunan sebagai komitmen bersama, dan sadar betapa ruginya jika adanya konflik karena akan membuat masalah yang semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kerukunan yang sangat kita dambakan ternyata terganggu oleh ulah beberapa orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjalankan misi yang dianggapnya suci  atau untuk memenuhi seruan-Nya sehingga dengan bersemangatnya melakukan berbagai ajakan dan rayuan bahkan penipuan terhadap saudara-saudara kita yang muslim untuk dimurtadkan dengan menggantikan iman mereka dengan kekafiran yang menyesatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan pemurtadan sepertinya nyaris hilang dari pengetahuan kita, karena memang tidak ada yang mempublikasikan sepak terjangnya, sangat berbeda publikasi media ketika menyoroti penangkapan terorisme yang mendapat perhatian besar sehingga tidak berimbang dalam opini public, dan dikesankan ajaran Islam itu penuh kekerasan. Perhatian kita benar-benar teralihkan sehingga lepas pantauan dan pelaku permurtadan dengan bebas dan leluasanya melakukan kerja sistematisnya untuk pemurtadan.  Al Qur’an telah memberikan banyak petunjuk  agar kita tetap mewaspadai gerakan mereka, sebagaimana pada Surat Al Baqarah 120 :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(120) Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 120]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Murtad berasal dari akar kata riddah atau irtidad yang berarti kembali. Istilah murtad berarti keluar dari agama Islam dalam bentuk niat, perkataan, atau perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi kafir atau tidak beragama sama sekali.(Republika,10-12-2010). Upaya mengembalikan pada kekafiran setelah adanya keimanan senantiasa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari bentuk pergaulan antar remaja melalui persahabatan, berpacaran, dihamili dan dilakukan pernikahan atau melakukan strategi berpura-pura masuk Islam lalu menikah secara Islam dan beberapa tahun berikutnya kembali pada keyakinannya semula untuk mengajak istri/suami dan anak-anaknya pada keyakinan agamanya; memberikan berbagai fasilitas pekerjaan dan jabatan yang menggiurkan; bakti social dan pemberian berbagai bea siswa; pemberian modal usaha; rehabilitasi pasca bencana alam; penyebaran pamflet; kunjungan ke rumah-rumah untuk mengabarkan keselamatan, kerab kali dilakukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kemiskinan sepertinya dijadikan media yang efektif untuk pemurtadan, karena dari sanalah akan semakin mempermudah terbukanya pintu penyesatan dengan berbagai rayuan, bahkan memberikan 10 juta rupiah jika bisa mengajak saudara atau teman dekatnya dalam kelompoknya. Sungguh sempurna gerakan mereka yang semula dilakukan atas nama seruan dan panggilan Tuhan dibingkai menjadi bisnis door to door ke rumah-rumah kita  untuk pemurtadan guna  meraih keuntungan harta yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim seharusnya tergerakkan baik hati, pikiran dan tindakan untuk upaya penyelamatan dari berbagai sergapan yang siap menghadang, sebagaimana disampaikan oleh Prof.Dr. Ynahar Ilyas (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah) : Saat ini umat Islam yang miskin, lemah iman, dan tak aktif dalam Ormas Islam serta kelompok pengajian sangat rawan utuk dimuradkan, maka melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin sangat diperlukan untuk penyelamatan dari bahaya pemurtadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyelamatan ini harus dimaksimalkan, jika tidak korbannya akan semakin bertambah dan bisa jadi diantaranya adalah jamaah kita sendiri atau juga keluarga kita sendiri. Dan seharusnya kita juga bisa introspeksi atas dakwah yang telah kita lakukan selama ini apakah sudah menyentuh pada akar masalah atau justru dakwah kita tidak peduli dengan problematika masyarakat yang ada, sehingga orang lain yang tidak seiman dengan kita justru gencar sekali berakrab ria dengan sasaran tembaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemutadan harus segera dihentikan secepatnya melalui kerja dakwah yang relevan dengan denyut nadi kehidupan masyarakat, dimana pembinaan jama’ah untuk penguatan aqidah sekaligus penguatan ekonomi yang mensejahterakan harus menjadi prioritas dalam gerakan dakwah kita saat ini. Pemurtadan adalah bahaya yang menyelinap melalui berbagai cara agar umat Islam kembali kafir dan mengikuti agama mereka, untuk itu bangun persaudaraan sejati untuk lebih peduli dengan dakwah Islam yang mencerahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-2794583692944271769?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/waspadai-gerakan-pemurtadan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/2794583692944271769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/2794583692944271769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/waspadai-gerakan-pemurtadan.html' title='Waspadai Gerakan Pemurtadan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-2841581490133059108</id><published>2011-01-28T04:38:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:39:18.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Choirul Amin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><title type='text'>Nilai-Nilai Musyawarah</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. Choirul Amin, MA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Ali Imraan (3): 159]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Benar apa kata Ki Hajar Dewantara bahwa belajar itu tidak harus di dalam ruangan atau kelas yang berpintu dan berjendela. Belajar, menurut beliau bisa saja di mana-mana : di kebun, di bawah pohon bahkan di arena terbuka seperti Musran, Muscab, Musda, Muswil, bahkan Muktamar sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita bertanya apa yang dapat dipelajari dari peristiwa lima tahunan itu? Banyak sekali. Sedikitnya ada 5 (lima) nilai utama yang dapat diteladani yaitu: (1) dari musyawarah tersebut kita bisa memahami makna demokrasi; (2) dari musyawarah pula kita bisa memahami makna optimisme; (3) kita bisa memahami makna kejujuran; (4) kita bisa memahami konsep toleransi dan yang (5) kita bisa memahami arti disiplin diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kami uraikan ke lima nilai di atas : &lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.   Nilai Demokrasi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bernilai demokrasi artinya dalam musyawarah apapun tingkatnya akan dipilih dan ditetapkan seorang ketua dan beberapa anggota (Formatur) di dalamnya yang akan mengatur dan mengendalikan jalannya roda sebuah organisasi pada periode berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama. Bahasa Ilmiahnya sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT). Misalnya dinyatakan bahwa semua peserta musyawarah yang hadir tanpa terkecuali berhak dicalonkan sebagai ketua asalkan yang bersangkutan menyatakan bersedia dan mendapat dukungan suara sekian persen dari utusan yang hadir pada waktu itu. Ini artinya setiap individu tanpa dilihat status sosial, keturunan dan pangkat yang melekat padanya, ia berhak memilih dan dipilih menjadi ketua. Bila ia akhirnya terpilih, maka semua calon ketua yang lain harus menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada. Jadi tidak ada unsur memaksa atau dipaksa. Dengan lain kata pemilihan ketua tersebut benar-benar demokratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.  Nilai Optimisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita maklumi bersama bahwa segala sesuatu yang akan kita lakukan, apalagi hal tersebut sangat penting dan strategis tentu butuh semangat yang tinggi dan harus berkeyakinan bahwa rencana tersebut akan berhasil. Tentu saja kita harus selalu ingat bahwa manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan. Dengan kata lain kita harus optimis dalam bekerja. Seperti halnya perhelatan Musyawarah Wilayah Ke-14 Muhammadiyah Jawa Timur di Kota Jember bulan Oktober yang lalu. Mustahil Muswil tersebut terlaksana dengan baik manakala seluruh Panitia Penyelenggara tidak memiliki optimisme yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.  Nilai Kejujuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang satu ini sangat diperlukan dan merupakan barometer kualitas peserta Musyawarah dalam menjalankan amanat yang dipercayakan kepadanya. Nilai kejujuran tersebut akan nampak ketika seseorang peserta memilih salah satu atau beberapa calon ketua yang disodorkan. Ia tidak mudah terpengaruh oleh tampilan fisik, tekanan dan janji-janji yang diucapkan oleh para calon ketua. Ia memilih sesuai kata hatinya. Ia berusaha jujur dalam kata maupun perbuatan. Tidak melakukan hal yang sebaliknya. Di muka seolah-olah mendukung seorang calon Ketua, tetapi di belakang ia menggalang kekuatan tandingan untuk menjatuhkannya. Na’udhu billa mindalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.  Nilai Toleransi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nilai ini jelas harus dimiliki setiap calon ketua, lebih-lebih calon Ketua Umum. Para calon ketua tersebut sadar betul bahwa tanpa adanya toleransi yang besar dari masing-masing individu, kelak mereka tidak dapat melaksanakan tugas-tugas berat seperti menyusun program lima tahuh ke depan. Serta memotivisir seluruh anggota pimpinan dalam mengimplementasikan program-program tersebut. Mereka juga saling menyadari bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini, termasuk seorang Ketua yang sempurna. Oleh karena itu ia perlu bantuan orang lain sehingga tugas yang semula berat akan terasa ringan karena dikerjakan secara bersama-sama. Mudah-mudahan para calon ketua yang terpilih tetap menjaga sikap toleransi yang sudah mereka miliki sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.  Nilai Disiplin Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan apa yang bakal terjadi seandainya sebagian saja dari peserta Musyawarah tidak memiliki disiplin diri yang tinggi alias mengabaikan semua prosedur dan aturan yang telah disepakati bersama, bisa jadi Forum Musyawarah tersebut tidak kunjung selesai dan dapat dipastikan acara tersebut banyak diwarnai keributan dan kericauan. Tetapi sebaliknya bila semua peserta musyawarah sadar dan patuh pada aturan alias memiliki disiplin diri yang tinggi InsyaAllah hal-hal yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi, seperti yang kita saksikan pada Muktamar dan Musywil Muhammadiyah Jawa Timur di Kota Jember baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan penjelasan singkat kelima nilai utama yang melekat pada musyawarah tersebut dapat kita jadikan bekal dalam melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan oleh Persyarikatan kita yaitu Muhammadiyah dalam Pelaksanaan Musyawarah Darah Muhamadiyah pada Bulan Januari 2011 mendatang. Akhirnya kami ucapkan selamat bermusyawarah dan semoga sukses !.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-2841581490133059108?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/nilai-nilai-musyawarah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/2841581490133059108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/2841581490133059108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/nilai-nilai-musyawarah.html' title='Nilai-Nilai Musyawarah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-6624333772932512201</id><published>2011-01-21T20:24:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:40:22.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syamsun Aly'/><title type='text'>Manusia dan Amanah</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. H. Syamsun Aly, MA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(72) Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Ahzaab (33): 72]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Ditinjau dari segi lughawi (arti bahasa) maka amanah berasal dari kata amanatan yang berarti kepercayaan. Serumpun dengan kata amana yang berarti beriman/mengamankan Dari sini dapat ditarik suatu pengertian bahwa hakekat orang beriman (mu’min) itu adalah orang yang dapat menjaga/mengamankan kepercayaan (amanah) yang diberikan kepadanya. Sebaliknya, tidak (sempurna) iman seseorang jika ia tidak bisa menjaga amanah atau berkhiyanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu ketika Allah menawarkan amanah kepada para makhlukNya yang bernama langit, bumi dan gunung, tak satupun yang bersedia untuk menerimanya karena merasa keberatan dan takut tidak bisa menunaikannya dengan baik. Hanya manusialah yang siap untuk menerimanya padahal sebenarnya dia juga tidak memiliki kemampuan untuk itu. Sehingga Allah memberi predikat pada nya sebagai makhluk yang dhalim lagi bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PANDUAN ISLAM TERHADAP AMANAH.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia sejak awal memang sudah disetting oleh Allah untuk menjadi kholifah di bumi (QS. 2 : 30), dalam upaya mengemban amanahNya, yakni memimpin dan memakmurkan bumi ini sesuai dengan kehendakNya. berupa terwujudnya sebuah kehidupan yang baik dan selalu mendapat ampunan Allah (Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jika diserahi amanah (jabatan) yang dianggap mampu untuk memikulnya, maka ia tidak boleh menolak amanah tersebut, dengan catatan jika ia punya waktu untuk menunaikannya.&lt;br /&gt;Dalam hal amanah ini, Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Apabila amanah diterlantarkan maka tunggulah saat (kehancuran) nya. Salah seorang shahabat bertanya : bagaimana dengan menelantarkan amanah itu wahai Rasul Allah? Jawab Beliau : apabila diserahkan amanah kepada selain ahlinya (bidangnya) maka tunggulah saat (kehancuran) nya.”&lt;br /&gt;(H.R. Al-Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, setiap orang harus diserahi amanah sesuai dengan bidangnya. Untuk mengurus masalah pembangunan serahkan pada ahli sipil dan arsitektur, untuk mengurus kesehatan serahkan pada ahli kesehatan atau dokter, untuk mengrus perekonomian serahkan pada pakar ekonomi dan untuk mengurus masalah keagamaan serahkan saja pada ahli agama, demikian seterusnya. Sehingga betul-betul ditangani secara profesional dan tidak asal-asalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam melarang seseorang meminta atau mencari-cari jabatan. apalagi dengan menfitnah saudara seiman dan menghalalkan segala cara, yang biasanya terjadi dalam kalangan birokrasi, dunia usaha dan politik, demi kepentingan jangka pendek (keuntungan dunia semata), karena hal itu bukan akhlak Islam dan sangat dibenci oleh Allah yang Maha Rahman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan bahwa jabatan itu adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban (kullukum ra’in wa kullukum mas-ulun ‘an ra’iyyatihi), baik oleh sekelompok masyarakat yang memberikannya,  maupun oleh Allah yang Maha Kuasa. itulah sebabnya maka para sahabat dahulu merasa berat kalau mendapat amanah atau jabatan, sehingga ungkapan yang muncul saat menerima nya bukan ucapan alhamdulillah melainkan inna lillah. Demikian halnya dengan para tokoh Islam d n pimpinan Muhammadiyah zaman dahulu, yang rebutan mundur jika mendapat amanah jabatan pimpinan, karena bisa rumangsa dan bukan rumangsa bisa. (baca tulisan Nurchlis Huda dalam buku Anekdot tokoh-tokoh Muhamadiyah bagian awal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini zaman sudah berubah, tidak hanya jabatan basah seperti birokrasi, politik dan dunia usaha yang jadi rebutan, namun jabatan dalam organisasi keagamaan yang penuh dengan amanah perjuangan dan tanpa imbalan uang, juga ikut  jadi ajang rebutan. Ada apa dibalik semua itu kawan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam memasuki tahun baru hijriyah 1432 ini, perlu kita tata kembali niyat dan jihad kita, karena itu merupakan esensi hijrah pasca fathu Makkah, agar jiwa kita selalu ikhlash dan istiqamah, tidak terkontaminasi oleh kepentingan dunia semata dan agar jihad atau perjuangan kita memperoleh hasil dan ridla Allah swt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-6624333772932512201?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/manusia-dan-amanah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6624333772932512201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/6624333772932512201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/manusia-dan-amanah.html' title='Manusia dan Amanah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-5497220238823469037</id><published>2011-01-08T05:11:00.020+07:00</published><updated>2011-05-10T13:40:35.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tjatur Priambodo'/><title type='text'>Haji Kita, Antara Cita-Cita dan Fakta</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; dr. Tjatur Priambodo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(197) (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 197&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Minggu-minggu ini banyak kita saksikan bersama, sambutan atas kedatangan para jamaah haji. Saat berangkat dulu, kita rasakan bersama betapa kebahagiaan menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam lubuk hati mereka, manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia, memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berharap mereka menjadi Haji Mabrur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala seorang haji tiba di ka’bah, dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana, maka dia berputar mengelilingi rumah, Thawaf yang mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah. Begitu pula mencium Hajar Aswad, bukan berarti dan bukan karena menyembah batu, melainkan karena mengikuti sunnah Rasul. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan demikian. Inilah pembeda antara Muslim dan Musyrik. Dulu orang Musyrik mencium batu karena untuk menyembahnya. Sangat berbeda dengan Muslim yang mencium batu untuk mengikuti sunnah Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. Bertaubat dari semua dosa dan maksiat, baik calon haji itu seorang petani, pegawai, polisi, artis, dokter, menteri maupun seorang kyai, laki-laki maupun perempuan , tua maupun muda. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(197) Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 197&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang, aku datang, memenuhi panggilanMu. Lalu aku berdiri di depan pintuMu. Aku singgah di sisiMu. Aku pegang erat kitabMu, aku junjung tinggi aturanMu, maka selamatkan aku dari adzabMu. Kini aku siap menghamba kepadaMu, merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. BagiMu segala ciptaan, bagiMu segala aturan dan perundang-undangan, bagiMu segala hukum dan hukuman, tidak ada sekutu bagiMu. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku, meninggalkan profesi dan pekerjaan, menanggalkan segala atribut dan jabatan, karena tujuanku hanyalah wajah dan keridhaanMu. Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah, dalam firman-Nya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(197) barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 197&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan Rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan Jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu, bukan untuk mencari kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan Haji Mabrur, yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat dan dosa-dosa yang lalu. Ia akan tampil sebagai Muslim yang shalih dan Muslimah yang shalihah. Maka sebuah negara yang semakin banyak muslim dan muslimah yang taat, maka negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. Maksiat dan kemungkaran akan menepi, perjudian dan pencurian akan sepi, perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. Penyakit khronis Korupsi akan terkikis habis. Apalagi jika yang pergi haji adalah Presiden, Gubernur, Bupati,  Menteri, Jaksa, Hakim dan Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan, yang kasar akan menjadi halus dan yang biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam dan manfaat. Itu semua manakala hajinya mabrur. Namun banyak kenyataan yang kita saat ini adalah bagaikan siang yang dihadapkan dengan malam, semuanya bertolak belakang, mereka tidak mengambil manfaat dari ibadah haji selain menambah gelar atau meminta dipanggil Pak Haji dan Bu Hajjah. Yang korup tetap korup malah semakin korup, yang artis panas tetap artis panas, yang lintah darat tetap lintah darat, yang jahat tetap jahat, bahkan ada yang sepulang haji, maksiatnya semakin meningkat, naudzu-billah. Maka tidak heran jika Rofats, Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral, krisis nilai, krisis kemanusiaan, krisis politik, lingkungan, ekonomi dan sosial. Krisis Multi Dimensial. Bagaimana dengan haji Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna haji,seharusnya merubah sesuatu yang jelek menjadi baik, yang baik menjadi semakin baik. Semoga Allah menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang Mabrur, dan semoga dijauhkan dari haji yang Maghrur (tertipu) dan Mabur. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-5497220238823469037?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/haji-kita-antara-cita-cita-dan-fakta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5497220238823469037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5497220238823469037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/haji-kita-antara-cita-cita-dan-fakta.html' title='Haji Kita, Antara Cita-Cita dan Fakta'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-3132306757046299915</id><published>2011-01-01T23:12:00.002+07:00</published><updated>2011-05-10T13:40:47.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budi Setiono'/><title type='text'>Moral Bangsa dan Murka ALLOH</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Drs. Budi Setiono&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(96) Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-A'raf (7): 96]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Ebit G. Ade dalam syair lagunya kini benar benar terjadi dengan adanya berbagai bencana Alam di bumi Indonesia,  yang bermula dari, Sunami Aceh, Gempa Bantul, diikuti dengan gempa di pulau pulau yang lain, melubernya Lumpur Lapindo yang sampai saat ini belum juga berhenti, dan bersamaan dengan gunung Merapi erupsi, juga gempa mentawai yang menelan  ratusan nyawa telah terjadi dengan sekejap mata musnah. “ ……Mengapa ditanahku terjadi bencana.  Mungkin Tuhan mulai bosan, Bersahabat dengan kita, Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Aceh ?  Bantul ?  Mentawai ? Merapi ? dan Bromo ? membuat umat yang tinggal disekitar-nya sangat ketakutan dan gusar ? Bergolek tubuh tubuh manusia tak bernyawa,  bahkan diantaranya ditemukan tubuh mbah Marijan (sang Juru Kunci) tertelungkup meninggal dunia yang diekspose oleh media sedang sholat dan bersujud di atas sajadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian datang hujan lebat telah mengakibatkan banjir bandang erupsi lahar dingin merapi mengalir. Begitulah peringatan Allah atau hukum alam yang berlaku.     Dalam pandangan Islam fenomena alam Indonesia semacam ini perlu adanya Instropeksi diri yang sangat mendalam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MORAL BANGSA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Moral dalam bahasa Agama Adalah Akhlaq, Perbuatan dan tingkah laku manusia yang dapat membentuk suatu karakter baik atau buruk yang mempunyai nilai nilai sosial atau norma, sedangkan Akhlaq nilai nilai itu sebagai tolok ukur perbuatan yang sudah ada dalam agama, yaitu aturan Allah.   Kaitan Akhlaq dan Iman manusia kita cermati dalam   pernyataan Allah, bilamana penduduk suatu negri beriman dan bertaqwa maka berkah dari langit akan turun, namun bilamana mendustakan ayat ayat Allah maka siksa itu akan datang sebagaimana manusia itu berbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perbuatan dan akhlaq anak cucu bangsa mulai dari para pemimpin, aparat hukum, dan keamanan, pengusaha, pemuka  agama, serta para ilmuwan, generasi muda, dan semua rakyat Indonesia  hendaknya perlu merenungkannya dan bercermin kedalam diri untuk bertanya tanya, sampai menemukan jawabannya. Ebit G. Ade menyuruh kita bertanya pada rumput yang bergoyang makna nya kira kira bahwa rumput itu tidak kuasa atas dirinya “ Laa qaula wa la quwata iIabillah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusryikan dan perbuatan syirik banyak terjadi dimana mana, dalam pemikiran sebagian umat setiap  kejadian fenomena alam selalu dihubungkan dengan kemistikan, ketahayulan yang tidak rasional sama sekali. Lebih lebih ramalan Joyoboyo yang baru baru ini diceritakan oleh seorang tokoh Supra natural di-televisi, bahwa Meletusnya Gunung merapi berkaitan dengan 3 dosa yang diperbuat oleh Raden Patah. Opini  itu sebenarnya hanya sebuah rekayasa fikiran manusia yang tidak ilmiah dan perselingkuhan iman yang mengajak  manusia kejalan yang menyesatkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya bangsa dan infiltrasi budaya asing yang mengitegrasi kedalam negeri ini telah merasuki fikiran generasi anak bangsa , sehingga akhlaq atau moral anak bangsa mulai hanyut dalam  setiap perbuatan sehari hari, misalnya cara berpakaian, cara bertegur sapa dengan cium pipi kiri dan kanan antara laki laki dan perempuan  didepan umum bukan hal yang tabuh, berpasang pasangan bukan mukrim, baik yang bersuami maupun beristri , berzina itu sudah menjadi konsumsi sehari hari dikota kota besar dan daerah daerah terpencil . Masya Allah ampuni dosa dosa kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERKAH DAN SIKSA ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berkah dalam bahasan yang luas merupakan suatu pemberian  Allah yang menguntungkan dan dapat dinikmati oleh manusia dengan  tidak terbatas dan terukur sebagaimana Allah menghendakinya.  Begitu sebaliknya siksaNya juga pemberian Allah atas perbuatan manusia yang ingkar  kepada perintah dan laranganNya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah dan Siksa dapat diberikan langsung di dunia ataupun nanti di Akherat. Yang menjadi pertanyaannya persoalan sosial dan bencana Alam yang ada di negeri ini apakah merupakan berkah atau Siksa Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari persoalan ini perlu adanya pernyataan dari semua unsur manusia yang ada di negeri ini, mulai dari para pemimpin, aparat hukum, dan keamanan, pengusaha, pemuka  agama, serta para ilmuwan, generasi pemuda, dan semua rakyat Indonesia  harus melakukan taubatan Nasuhah. Sebelum Allah memusnahkan negeri ini, maka semua harus tunduk dan taat pada sang khaliq. Sebab Akhlaq manusia yang sudah melampai batas akan mengundang murka Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana penjelasan Allah dalam  Q.S : Al A’raf : 97-100 yang artinya Sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِن بَعْدِ أَهْلِهَا أَن لَّوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(97) Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?&lt;br /&gt;(98) Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?&lt;br /&gt;(99) Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.&lt;br /&gt;(100) Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-A'raaf (7): 97-100]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan bahwa akhlaq dan perbuatan manusia disuatu negeri sangat menentukan datangnya berkah dari langit dan bumi  atau datangnya sisksa dariNya. Oleh karena itu terjadinya bencana alam di negeri ini, banyaknya persoalan sosial yang rumit ini, dan musibah di udara, di darat, dan di laut itu semua adalah hasil dari perbuatan manusia yang lalai dan ingkar kepada Allah SWT. Solusi yang dapat dilakukan tidak ada lain kecuali mohon ampunan Allah dan berhijrah dari fikiran dan perbuatan yang mengundang amara Allah, Hal ini tidak boleh di tunda tunda lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waallahu alamu bisshawab.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-3132306757046299915?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/moral-bangsa-dan-murka-alloh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/3132306757046299915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/3132306757046299915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2011/01/moral-bangsa-dan-murka-alloh.html' title='Moral Bangsa dan Murka ALLOH'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-5390791283201824996</id><published>2010-12-17T18:26:00.000+07:00</published><updated>2010-12-18T18:34:09.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><title type='text'>Tiga Model Sholat Malam</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.”&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;(QS. 17 / Al-Isra’ : 79).&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Dengan adanya balasan Allah yang luar biasa itu, khususnya di bulan Ramadlan, di mana dosa manusia yang telah lewat akan diampuninya, maka setiap jelang adzan Isyak, kita saksikan betapa ummat Islam berbondong-bondong memenuhi masjid atau mushalla guna memunaikan Qiyamu Ramadlan, shalat sunnah di malam Ramadlan, yang biasa dikenal dengan Shalat Tarawih dan Witir.&lt;br /&gt;Kemudian jika kita perhatikan, umumnya ada tiga model shalat malam yang biasa dilakukan oleh ummat Islam,  yakni 11 rak’at, 13 rak’at dan ada yang 23 rak’at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARGUMEN MASING-MASING&lt;br /&gt;1. Bagi yang mengerjakan 11 rak’at, mereka beralasan pada hadits berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;لِحَدِيْثِ عَائِشَةَ حِيْنَ سُئْلَتْ عَنْ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ  صَ. فِيْ رَمَضَانَ. قَالَتْ : مَاكَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَزِيْدُ فِيْ رَمَضَانَ وَلاَ فِيْ غَيْرِهِ عَلَي اِحْدَي عَشْرَةَ رَكْعَةً...(رواه البخاري ومسلم)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Berdasarkan hadits Aisyah yang mengatakan ketika ia ditanya tentang shalat Rasulullah saw. di dalam bulan Ramadlan. Maka ia menjawab : Tidak (pernah) Rasulullah menambah (shalat malam) di dalam (bulan) Ramadlan dan tidak pula di (bulan) lainnya di atas sebelas rak’at.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;(HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;2.Bagi yang mengerjakan 13 rak’at, di samping beralasan pada hadits nomor 1 di atas, juga dipadukan dengan hadits Nabi lainnya, yakni hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;لِحَدِيْثِ اَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَ : اِذَا قَامَ اَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتَتِحْ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ. (رواه مسلم واحمد وابوداود)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Berdasarkan hadits Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda : Apabila salah seorang dari kamu mendirikan shalat di waktu malam, maka hendaklah ia membuka shalatnya dengan 2 rak’at ringan/singkat. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Juga beralasan pada hadits shahabat Zaid Bin Kholid al-Juhani, yang mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Benar- benar aku hendak mengamati shalat Rasulullah saw. malam ini. Lalu (aku lihat) Beliau shalat dua raka’at singkat-singkat, kemudian dua raka’at panjang-panjang, lalu shalat dua raka’at yang panjangnya kurang dari yang sebelumnya, lalu shalat dua raka’at kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, lalu shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat witir. Jadilah seluruhya tiga belas raka’at” (Riwayat Muslim).&lt;/blockquote&gt;Lebih detailnya, dapat membaca Kitab Himpunan Putusan Tarjih cetakan ke 3 tahun 2009, halaman 355 dan 356-357. (Keputusan Tarjih Wiradesa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Bagi yang mengerjakan 23 rak’at, mereka beralasan pada Atsar dan bukan hadits Nabi saw., yakni:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Bahwa orang-orang di zaman Umar bin Khath-thab ra. mereka mengerjakan shalat malam (tarawih) sebanyak 23 rak’at”. (baca Kitab Pengajaran Shalat karya A. Hassan).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MANA YANG HARUS DIPILIH?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika mencari mana yang lebih ringan tentu memilih shalat malam yang jumlahnya 11 rak’at, dan jika mencari yang lebih banyak jumlah rak’atnya tentu memilih yang 23 rak’at.  Namun dalam urusan ibadah tidak boleh main spekulasi dan rasional semata, melainkan harus mengacu pada contoh dari Rasulullah saw. yang ada dalam hadits-hadits Beliau secara menyeluruh. Bukan mengikuti contoh dari shahabat, apalagi orang-orang di zaman shahabat, selama contoh shalat malam dari Nabi saw. sebagai uswatun hasanah bagi ummatnya sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah sejak menerbitkan buku Himpunan Putusan Tarjihnya sudah memberikan tuntunan,tentang model shalat malam (Qiyamu Ramadlan) yang dipilih nya. Yakni 11 Rak’at yang sebelumnya dibuka dengan shalat 2 rak’at singakt (shalat iftitah), sehingga jumlah seluruhnya 13 rak’at.(lihat HPT bab Shalat Tathawwu’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sejak tahun 1988 lalu, Lajnah Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya telah mengadakan musyawarah. Hasilnya membuat buku saku Tuntunan Ramadlan, yang antara lain isinya adalah Tatacara Qiyamu Ramadlan yang seluruhnya berjumlah13 rak’at. Lalu jelang Ramadlan 1431 H./ 2010 H. dicetak ulang dengan penampilan lebih menarik, sebanyak 10.000 buku, untuk dibagikan kepada PCM, PRM dan Amal Usaha serta anggota dan simpatisan Muhammadiyah di seluruh Kota Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu maka tatacara yang lebih pas dipilih oleh seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah khususnya di Kota Surabaya, adalah tatacara Shalat Malam yang telah diputuskan secara kolektif (jama’i) oleh ‘Ulama’ Tarjih Muhammadiyah, baik tingkat Pusat maupun Daerah. Bukan memilih tatacara shalat malam hasil ijtihad sendiri, karena tingkat kebenarannya belum teruji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Drs. H. Syamsun Aly, M.A.&lt;br /&gt;Guru SMKM 1 &amp;amp; Wk. Ketua PDM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-5390791283201824996?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/12/tiga-model-sholat-malam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5390791283201824996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5390791283201824996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/12/tiga-model-sholat-malam.html' title='Tiga Model Sholat Malam'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-5484470482073716438</id><published>2010-12-10T22:58:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:41:02.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Sadar Berpikir Produktif</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;/i&gt;: Drs. Andi Hariyadi, M.Pdi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(100) Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Yunus (10): 100]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Seringkali tindakan diluar kesadaran termunculkan sehingga lepas control, tanpa kendali dan pelampiasan emosi menjadi-jadi, yang semula saudara dan kawan seperjuangan lepas begitu saja dan lebih dari itu muncul kecurigaan, adanya rasa iri, merasa kepentingannya terganggu, ingin kiprahnya lebih mulus meski sikut sana-sikut sini, dan siapapun yang menghalangi sepakterjangnya akan dilawan. Akal sehatnya sudah tidak jalan, nurani sudah mati, dan obsesinya terus menguasai meski dengan cara yang tidak wajar, persaingan tidak sehat karena demi ambisi sesaat telah menutupi wawasan dan kedewasaan, produktifitasnya dalam mengembangkan persaudaraan berubah menjadi agresifitas yang merusak tatanan dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produktifitas yang tinggi merupakan salah satu pilar penyangga terwujudkannya suatu harapan dan impian yang selama ini diperjuangkannya, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengantarkan kesuksesan tersebut. Dan upaya membangun ptoduktifitas itu sejatinya merupakan karakter dari orang-orang yang beriman kepada-Nya, karena sadar bahwa kehadirannya harus memberikan nilai lebih dalam kehidupannya sebagai bentuk persembahan terbaik kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ayat di atas semakin menyadarkan kepada kita khususnya bagi orang-orang yang mengaku dan konsis dengan kerimanannya untuk senantiasa mendayagunakan secara maksimal kemampuan akal untuk berfikir secara cerdas, sehingga berperilaku secara tepat, bertutur kata yang sopan, dan berinteraksi social secara terhormat. Pola interaksi sosial yang kondusif dengan menguatkan  persaudaraan dan menjauhi segala bentuk permusuhan merupakan perwujudan dari pola berpikir produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berpikir produktif harus terus dikembangkan dimasyarakat agar dinamika kehidupan lebih harmonis, meski ada perbedaan dan masalah yang menghadang bisa diselesaikan secara bijak penuh keakraban, bukan dengan cara kesewenang-wenangan, emosional hingga kekerasan. Kita benar-benar prihatin ketika adanya permasalahan sosial seringkali diselesaikan secara  kekerasan, sepertinya ruang untuk berdialog ditinggalkan dan lebih mengedepankan kecurigaan, permusuhan, kekerasan dan pembunuhan, dan yang seperti ini sudah dianggap final, itulah yang termasuk pola berpikir secara destruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan melakukan hal-hal yang  bersifat destruktif ternyata cakupannya semakin meluas dan beragam, baik dilingkungan keluarga, antar kelompok sosial, organisasi politik dan bahkan organisasi keagamaan, sepertinya tidak ada bedanya diantara mereka. Padahal seharusnya nilai-nilai agama diharapkan bisa mempererat persaudaraan, mengembangkan keharmonisan, dan menjauhi permusuhan hingga kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadinya Haji Wada’ (Haji Perpisahan) pada tahun kesepuluh (632 M), Rasulullah Muhammad SAW ditengah padang Arofah dihadapan 90.000 jama’ah haji menyampaikan pokok-pokok pikirannya sehingga oleh para negarawan dipandang sebagai pernyataan Hak Asasi Manusia yang pertama (The First Declaration Of Human Right ) di dunia, deklarasi itu menyangkut enam hal :1) Perlindungan terhadap harta dan jiwa, 2) Semangat bertanggung jawab, 3) Memelihara dan menunaikan amanah, 4) Menghapus riba, 5) Mengangkat derajat kaum wanita, 6) Membentuk persaudaraan Islam. Luar biasa keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam menelorkan pemikiran – pemikiran yang produktif yang hingga kini masih relevan guna mengembangkan perdamaian dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran berpikir produktif harus terus dibangun mulai sejak dini dan dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari dalam suatu proses yang berkelanjutan, karena dari sanalah akan lahir pola pikir yang kreatif, inovatif, dan positif, dengan penuh semangat terus melakukan perbaikan-perbaikan menuju kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan. Upaya itu tercermin dalam Al Qur’an ketika Nabi Ibrahim As yang mendapat anugerah kehadiran Ishaq dan Yakub yang masing-masing diangkat menjadi nabi, dalam surat Maryam (19) : 50 :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(50) Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Maryam (19): 50]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Kehidupan yang sedang kita jalani ini hendaknya mampu mendulang prestasi tertinggi meski upaya mencapainya penuh tantangan dan cobaan bukan berarti melemahkan semangat perjuangan, justru semakin dimantapkan, difokuskan dan diprioritaskan. Kesadaran berpikir produktif sebagai energy kehidupan yang mencerahkan, menolak berbagai bentuk yang merusak tatanan kehidupan, mengembangkan persaudaraan dan kerukunan. Sehingga ketika ada upaya yang bersifat destruktif akan segera dilakukan pencegahan sampai terjadinya perubahan untuk bisa berpikir produktif kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sambung persaudaraan, kita kuatkan kesadaran menata keharmonisan kehidupan, karena kita sadar bahwa hal-hal yang terpenting dalam hidup ini ketika kita mampu memberikan kemanfaatan dan kebaikan dengan ketulusan, bukan target sesaat yang menyesatkan. Kesadaran berpikir produktif sejatinya sudah menjadi potensi diri kita, hanya karena kita kurang memaksimalkan dan cenderung menerima hal yang negative sehingga sepertinya kita sangat berat melakukan proses berpikir produktif. Berpikir produktif merupakan awal menuju perubahan kebaikan dan kesempurnaan. Semoga kita bisa mewujudkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-5484470482073716438?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/12/sadar-berpikir-produktif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5484470482073716438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5484470482073716438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/12/sadar-berpikir-produktif.html' title='Sadar Berpikir Produktif'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-4818079288305540098</id><published>2010-12-03T22:49:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:42:24.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tjatur Priambodo'/><title type='text'>Kenapa Kita Harus Sholat 5 Waktu?</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; dr. Tjatur Prijambodo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(13) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. ar-Rahman (55): 13]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Ayat ini diulang berkali-kali pada surat Ar Rahman, seolah-olah menyiratkan arti betapa besar nikmat Allah yang doiberikan kita. Disisi lain, ayat ini juga menjadi awal bagi seorang Muslim untuk terus mencari adanya ‘nikmat’ Allah pada aktivitas kita sehari-hari. Pernahkah kita berpikir, kenapa Allah memerintahkan kita sholat 5 kali dalam sehari? Pernahkah kita berpikir, mengapa jarak antara sholat Ashar, Maghrib dan Isya’ berdekatan, sementara Isya, Subuh dan Dzuhur berjauhan?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(11) Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mujaadilah (58): 11]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Karena itulah, tidak ada kata berhenti untuk selalu mencari rahasia di balik ritual wajib kita (Wudhu, Sholat, Puasa, Haji, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada penjelasan ‘keren’ tentang mengapa kita harus sholat sehari 5 kali. Hal ini bisa dijelaskan scara ilmiah melalui pendekatan biologis tubuh manusia,yaitu dari pola kerja hormon kortisol yg bergerak dalam tubuh manusia dengan pola siklus sinusoidal pada jam-jam tertentu. Pada tubuh manusia, ada sebuah hormon bernama CORTISOL. Pada intinya Cortisol adalah sebuah hormone yang mengatur tingkat stres, kecemasan, ketenangan dan kebahagiaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai gambar diatas, sinusoida pola kerja hormon Cortisol dibagi menjadi 5 bagian penting. Semakin mendekati titik puncak atas (sumbu positif) maka seseorang semakin stres, sebaliknya semakin rendah titik puncaknya (sumbu negatif) maka kondisi kejiwaan seseorang semakin rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik tertinggi A adalah titik dimana seorang manusia mengalami stres dan kecemasan luar biasa, biasanya titik A terjadi antara jam 04.30 - 06.00 pagi. Maka dari itu terkadang kalau kita ada di titik A kita akan merasa stres, cemas, dan sebagai akibatnya kita malas beraktivitas. Titik terendah D adalah titik dimana seseorang berada dalam kondisi paling rileks. Ini biasa terjadi pada jam 22.00 - 24.00 malam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manusia butuh stres dan kecemasan serta kerileks-an, agar hidupnya lebih tegar. Stres dibutuhkan manusia untuk menggapai cita-citanya. Bayangkan saja jika manusia tidak punya stres, maka yang ada manusia yang hanya hidup dengan ke-santai-an saja. Di sisi lain, rileks tentunya dibutuhkan juga oleh manusia, untuk melepas kepenatan dalam menjalani hidup. Oleh karena itu stres dan rileks dibutuhkan setiap manusia. Titik terbaik dari sinusoida Cortisol adalah ditengah-tengah, dimana terdapat keseimbangan antara stres dan rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang apa hubungan antara hormon cortisol dan waktu sholat? mari coba kita bedah perlahan-lahan. Titik A terjadi pada pukul 04.30 - 06.00, di titik ini manusia akan merasa malas karena berada dalam kondisi paling ekstrim stres, sholat shubuh berguna untuk meng-counter ini semua, oleh karena itu kenapa sholat shubuh 2 rakaat ? Karena melaksanakan 2 rakaat di waktu ekstrem, sudah teramat berat. Sholat shubuh berguna untuk melatih kita agar kita terbiasa berpindah dari kondisi ekstrem seorang manusia. Jika seorang muslim biasa beraktivitas di waktu shubuh , maka dia akan terlatih menjadi jiwa yang terlatih dalam kondisi ekstrem. Sholat shubuh dari segi biologi dan hormon berguna untuk melatih kita beraktivitas dalam kondisi ekstrem. Kalau kondisi ekstrem saja kita bisa mantap, apalagi kondisi biasa, kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang menuju titik B, Titik B terjadi sekitar jam 12.00 siang , ini adalah titik balance antara rileks dan stres. Lalu apa hubungannya dengan sholat dzuhur ? Kalau kita dalam kondisi puncak potensi tentunya harus mengingat Allah. Potensi puncak + ibadah = hasil yang optimal. Bukankah sebuah ikhtiar harus disertai dengan doa? disinilah manfaat dari titik B ini terhadap sholat dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik C adalah titik menurun negatif menuju pukul 12 malam. Titik C terjadi sore hari sampai senja hari. Titik C dalam filosofi hormon Cortisol adalah situasi paling kondusif bagi seorang manusia untuk jatuh cinta. Manusia pada jam-jam ini, dalam bahasa gaul disebut sedang mengalami fase mellow. Lalu apa hubungan titik C dengan sholat ? Pernahkah anda bertanya  kenapa sholat Ashar, Maghrib dan Isya berdekatan? Sementara Isya, Shubuh ke Dzuhur jaraknya panjang, seolah tidak ada waktu lain ? Berdasarkan filosofi biologinya maka tersirat bahwa, Allah ingin kita meningkatkan cinta kita pada-Nya pada jam-jam ini. Cintailah Tuhanmu, maka engkau akan bahagia. Orang yang tidak akan pernah merasakan menderita dan sakit hati karena cinta adalah orang yang mencintai Tuhannya. Tujuan sholat di waktu C adalah agar kita sering berinteraksi dengan Allah kita sehingga rasa cinta kita pada-Nya makin tinggi. Dengan rasa cinta yang tinggi, maka kita tidak akan depresi, sakit hati dan capek yang biasa didapat dari cinta ke sesama manusia. Cinta pada manusia itu fitrah, tapi cintailah Allah diatas segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik D adalah titik pusat rileks, kalau kita sudah melewati titik D , maka otomatis rileksasi kita akan ilang perlahan2. Pernahkah kita bertanya, kenapa saat kita begadang, saat menuju  jam 24.00 rasanya mengantuk sekali, tapi ketika sudah melewati jam 1, maka mata kita tidak mengantuk lagi ? Jawabannya adalah karena perlahan-lahan kita meninggalkan titik puncak rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik E adalah 1/3 malam yang disarankan untuk melakukan qiyamul lail. Tapi di titik ini juga, terjadi gravitasi bulan yang mempengaruhi cairan tubuh. Manusia terdiri dari air, sehingga airnya yang bereaksi dengan gravitasi akan mempengaruhi metabolisme tubuh kita. Saat di titik inilah, kita susah bangun karena pengaruh gravitasi itu. Oleh karena itu dalam 2 kondisi itu, kita diminta untuk bercengkrama dengan-Nya sebagai titik optimal seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah memerintahkan kita sholat. Sebagai hamba yang beriman, kita tentu harus menjalankannya. Tapi ternyata, subhanallah…ada efek biologi yang sama dengan waktu sholat. So, sudahkah anda sholat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-4818079288305540098?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/12/kenapa-kita-harus-sholat-5-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/4818079288305540098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/4818079288305540098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/12/kenapa-kita-harus-sholat-5-waktu.html' title='Kenapa Kita Harus Sholat 5 Waktu?'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-7968813667328127320</id><published>2010-11-28T22:34:00.020+07:00</published><updated>2011-05-10T13:41:18.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Gerakan Pemuda</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(87) Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Yusuf (12): 87]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Nabi Yakub as, dalam mengemban misi kenabiannya penuh tantangan baik dalam internal dalam keluarganya maupun eksternal dengan masyarakat sekitarnya, tetapi beliau memiliki sifat kesabaran, pantang menyerah dan tidak mudah putus asa serta terus berharap atas rahmat Allah SWT dengan melakukan berbagai aktifitas yang penuh keteladanan. Melihat kebekuan dan tidak berkembangnya pola pikir dan wawasan yang sempit atas anak-anaknya sehingga mereka disuruh untuk pergi dan mencari tentang keberadaan Yusuf as, yang dibekali dengan  jangan berputus asa dari Rahmat Allah SWT, karena yang berputus asa tersebut termasuk kaum kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas merupakan pelajaran berharga khususnya bagaimana peran orangtua terhadap anak-anaknya agar mampu menjadi generasi muda yang berkualitas tinggi untuk melanjutkan estafet perjuangan, karena kepada merekalah segala harapan yang terbaik kita berikan untuk bisa semakin disempurnakan. Pemuda memiliki potensi yang luar biasa manakala diberdayakan untuk kejayaan masa depan ditengah persaingan global, tentunya kehadiran pemuda yang handal, cerdas dan kuat akan semakin mempercepat gerakan kepemudaan menuju kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Oktober 1928, di Jakarta telah berkumpul para pemuda harapan bangsa untuk menyatakan satu tekad perjuangan dalam bentuk “ Sumpah Pemuda”, yaitu bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Di kumandang-kannya Sumpah Pemuda ini ternyata berdampak luar biasa dalam bentuk berbagai gerakan kepemudaan yang sadar akan masa depan dan kesejahteraan bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdeka bangsa Indonesia. Kepeloporan pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa senantiasa mewarnai dinamika pergerakan yang ada untuk mendorong terjadinya perubahan, dan penyadaran, sebagai salah satu wujud partisipasi dan tanggungjawab atas perannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum sumpah pemuda dengan berbagai gerakannya hendaknya kita tetap mewaspadai sinyalemen Al Qur’an tentang hadirnya generasi muda yang berkualitas rendah dengan memperturutkan hawa nafsunya, sebagaimana  yang tertera pada surat Maryam : 59&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(59) Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Maryam (19): 59]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Kita benar-benar prihatin akan kondisi adanya generasi muda yang cenderung pada perilaku hidup penuh kemaksiatan sehingga tidak mampu menangkap semangat Sumpah Pemuda untuk kemajuan bangsa. Pemuda yang seharusnya bisa memberi kontribusi positif, lebih-lebih  ketika bangsa lagi dirundung krisis multi dimensi agar segera terlepas atas berbagai jeratan yang menyengsarakan dan memiskinkan untuk bangkit menjadi bangsa yang lebih berdaulat. Sumpah Pemuda yang sudah diikrarkan tidaklah mungkin dilecehkan oleh perilaku-perilaku yang mengarah pada kerusakan, tetapi harus terus berkobar dengan semangat pembaharuan yang mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem sekitar dinamika kehidupan pemuda mulai dari kondisi rendahnya kualitas diri, pola pergaulan seks bebas, adanya konflik dan kekerasan, penyalahgunaan obat-obat terlarang, prostitusi dan pornografi, serta gaya hidup hedonisme semakin menambah beratnya beban kehidupan bangsa, sedang disisi lain masih adanya problem kemiskinan, ketidakadilan dan sebagainya sehingga semakin menyempurnakan keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Sumpah Pemuda sesungguh-nya memiliki daya dorong untuk tercapainya percepatan perbaikan kehidupan, sebagaimana nasehat yang disampaikan oleh Abdullah Nashih Ulwan, wahai pemuda muslim, kalian wajib memperdalam pengetahuan tentang Islam agar kalian mampu menyuguhkan hakekat Islam kepada manusia secara benar agar mereka tahu bahwa konsepsi Islam sesungguhnya bersifat integral, universal dan dapat menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan. Sejarah telah memberikan pelajaran perjuangan gerakan pemuda, dan saat ini pelajaran gerakan itu sangat dibutuhkan untuk memberikan yang terbaik dalam kehidupan yang mencerahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-7968813667328127320?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/gerakan-pemuda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/7968813667328127320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/7968813667328127320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/gerakan-pemuda.html' title='Gerakan Pemuda'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-7706212705138203593</id><published>2010-11-19T22:21:00.002+07:00</published><updated>2011-05-10T13:41:25.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Dakwah Menuju Peradaban Utama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLfTVzVDiKI/AAAAAAAABDs/sxcmdJnxRo4/s1600/world-indonesia" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLfTVzVDiKI/AAAAAAAABDs/sxcmdJnxRo4/s200/world-indonesia" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. Andi Hariyadi M.Pd.I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَام&lt;br /&gt;وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَاد&lt;br /&gt;وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَاد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras.&lt;br /&gt;Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.&lt;br /&gt;Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.&lt;br /&gt;[QS al-Baqarah (2): 204-206]&lt;/blockquote&gt;Betapa seringnya kita menyaksikan celotehan orang – orang yang indah didengar, manis dirasakan, hingga dapat mempengaruhi kesempurnaan dan keutuhan keimanan yang sudah terbangun selama ini untuk dirusak dan diciderai dengan berbagai bentuk kerendahan, kehinaan dan keserakahan. Upaya terselubung yang secara kasat mata sulit dideteksi namun dampak dari aksi-aksinya sangat jelas berupa kerusakan, penindasan, permusuhan, dan putusnya hubungan kekeluargaan, dan kekerabatan yang terjalin harmonis selama ini menjadi dendam kesumat, tidak ada rasa hormat, bahkan dengan teganya melakukan pembunuhan hanya karena alasan-alasan yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semaraknya aksi konflik horizontal pada akhir-akhir ini baik yang berupa kekerasan hingga pembunuhan jiwa secara sia-sia merupakan sebuah pemadangan yang sangat mengerikan, dan kondisi ini seharusnya tidak perlu terjadi, jika bisa menahan diri untuk tidak arogansi, bisa bertegur sapa secara ramah,  bisa memahami perbedaan yang ada untuk tidak dibenturkannya, bisa saling menghormati untuk menguatkan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi social yang lebih mengedepankan permusuhan daripada persaudaraan merupakan pertanda sedang sakitnya situasi social yang ada, mereka memandang kelompoknyalah yang terbaik dan menghinakan kelompok yang lain, sehingga pandangan mereka didominasi rasa sentiment yang dihiasi sikap kemunafikan. Prof.Dr. Buya Hamka ketika menafsirkan ayat diatas dalam Tafsir Al Azharnya dinyatakan :Orang yang munafik kiranya orang ini. Manis mulutnya berkata-kata, karena manisnya orang dapat tertarik, dan kalau perlu nama Allah bisa dijadikannya saksi, bahwa dia seorang jujur. Sungguh luar biasa perlawanan mereka hal ini terbukti ketika diajak untuk bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga bangkitlah amarah kesombongannya, bukannya untuk tunduk dan taat kepada-Nya, justru kebencian, permusuhan semakin disemarakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematika kehidupan social masyarakat yang sakit dengan virus kemunafikan seperti ini perlu pendekatan yang komprehensif, sehingga kondisi social terkendalikan, dan bukannya liar tanpa aturan ataupun pemaksaan. Al Qur’an sebagai wahyu telah memberikan banyak andil untuk perbaikan peradaban dan sejarah telah membuktikan bagaimana Rosulullah Muhammad SAW mampu merubah tatanan masyarakat jahiliyah yang rendah menjadi masyarakat madani yang tercerahkan. Dr.Kuntowijoyo menyatakan, nilai-nilai Islam pada dasarnya bersifat all embracing bagi penataan kehidupan social, politik, ekonomi dan budaya. Oleh karena itu tugas besar Islam sesungguhnya adalah  melakukan transformasi social dan budaya  dengan nilai-nilai itu. Dengan penuh optimis dan pencerahan kecerdasan kita jadikan dakwah kita untuk menuju peradaban utama, hal ini sejalan dengan tema Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tentang : “ Memacu Sengat Dakwah Menuju Peradaban Utama”, yang telah berlangsung sejak tanggal 9-10 Oktober 2010 di Kampus Universitas Muhammadiyah Jember. Salah satu prioritas programnya dinyatakan: Peningkatan peran serta Muhammadiyah sebagai penggerak dinamika social dalam penguatan masyarakat, termasuk advokasi terhadap kebijakan layanan public yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak sehingga terwujud kesejahteraan bagi masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran dakwah Muhammadiyah yang selama telah dilakukan hendaknya bisa memberi solusi atas problem social yang ada baik terkait bidang pemahaman keagamaan, interaksi social, pembelaan dan pemberdayaan keadilan serta kebijakan kesejahteraan masyarakat Karena itu, sejak pekan lalu tepatnya pada 8 Oktober 2010, Prof.Dr. Dien Syamsudin memimpin sejumlah pertemuan para tokoh bangsa yang berkumpul di PP Muhammadiyah itu untuk duduk bersama mengurai problematika bangsa dan mencari solusinya. Din menggagas dialog kebangsaan itu atas dasar keprihatinan yang dalam pada realitas yang ada. Ia berharap para tokoh yang hadir memberikan gagasan solutif guna menyelesaikan persoalan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memacu semangat dakwah menuju peradaban utama, merupakan upaya serius untuk membebaskan umat dari kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan serta kemunafikan yang pandai menggunakan simbol-simbol agama untuk pembenar aksi terornya. Proses dakwah sejatinya mengupayakan penyadaran dan pencerahan untuk terus melakukan perbaikan dan perubahan hingga terwujud peradaban utama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bermartabat, unggul dan berprestasi sebagai cerminan wujud cinta sejatinya kepada-Nya. Berdakwah merupakan arena untuk memberikan persembahan yang terbaik terhadap-Nya, bukan ajang kebohongan hingga merusak keluhuran ajaran Islam. Dakwah Islam memberikan persembahan yang terbaik sebagai wujud cerminan cinta kita kepada-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-7706212705138203593?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/dakwah-menuju-peradaban-utama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/7706212705138203593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/7706212705138203593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/dakwah-menuju-peradaban-utama.html' title='Dakwah Menuju Peradaban Utama'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLfTVzVDiKI/AAAAAAAABDs/sxcmdJnxRo4/s72-c/world-indonesia' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-3420787571055694673</id><published>2010-11-12T22:14:00.002+07:00</published><updated>2011-05-10T13:41:40.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Choirul Amin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><title type='text'>4 Model Orang Ber-Muhammadiyah (Sebuah Otokritik)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLAY-OlfZAI/AAAAAAAABDk/Fx26ol3ByQ4/s1600/people_type.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLAY-OlfZAI/AAAAAAAABDk/Fx26ol3ByQ4/s200/people_type.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;Drs. M. Choirul Amin, MA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui apa Muhammadiyah dan siapa kiyai Dahlan bagi warga Muhammadiyah adalah bukan sesuatu yang sulit. Tetapi hal itu akan menjadi sulit dan kompleks ketika mereka (warga Muhammadiyah) ditanya apa motif sebenarnya seseorang ber-Muhammadiyah ? Sebagaimana isi wasiat sang pencerah : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Hidup-hidupilah Muhammadiyah,  jangan mencari penghidupan didalamnya “.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya penulis ketengahkan terlebih dahulu pengertian Motif. Dalam bukunya yang berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Psikologi Sosial”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; halaman 140 DR. W. A. Gerungan menyimpulkan bahwa ‘Motif itu merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Singkatnya semua tingkah laku manusia pada hakikatnya mempunyai motif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan sedikitnya ada 4 motif (alasan) mengapa orang tertarik dan ingin menjadi anggota Muhammadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Motif pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; adalah ia ingin mencari penghidupan dengan jalan menginfakkan tenaga dan pikiran di perguruan - perguruan Muhammadiyah. Misalnya menjadi guru, dosen atau tenaga non pendidikan. Dengan demikian ia bisa melangsungkan hajat hidupnya tanpa terbebani oleh hal-hal lain di luar profesinya - pokoknya saya mengajar kemudian dapat upah titik - soal-soal lainnya itu urusan pengurus Muhammadiyah setempat. Dengan lain perkataan ia ber-Muhammadiyah ibarat numpang makan, minum dan tidur. Secara sosiopsikologis keterlibatannya ia ber-Muhammadiyah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bermotif biogenetis.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitkah jumlah mereka ? Sangat banyak jumlahnya, saking banyaknya penulis tidak mampu menghitungnya. Kalau tidak percaya silahkan pembaca menghitung sendiri. Mudah-mudahan Anda sendiri tidak termasuk kelompok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Motif yang kedua,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; orang tertarik Muhammdiyah dan ingin menjadi anggota bahkan rela menjadi pengurus, karena hal tersebut dianggap sebagai batu loncatan yang efektif guna menggapai sesuatu yang lebih baik. Setidaknya untuk menjaga image (citra diri) di masyarakat. Misalnya seorang mantan pejabat, tokoh masyarakat atau orang terpandang di komunitas tertentu, rasanya akan lebih dihormati manakala ia bergabung dan aktif di setiap kegiatan yang ada di ormas tersebut, bila perlu ia rela mengorbankan waktu dan hartanya, demi cita-citanya. Dengan demikian nama beliau akan mudah dikenal oleh masyarakat tidak terkecuali warga ormas itu sendiri. Dengan modal popularitas dan finansial yang dimilikinya bukan hal yang sulit baginya untuk menggunakan momen-momen itu dijadikan jembatan meraih keuntungan yang lebih besar, misalnya mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan logika kaum pedagang pada umumnya pengorbanan yang ia keluarkan harus memperoleh ganti yaitu dukungan “suara” atas namanya. Bila ternyata ia terpilih menjadi anggota Dewan yang “terhormat” jelas kesejahteraan hidupnya terjamin. Namun sayang seiring berjalannya waktu terkadang sang anggota dewan terjebak oleh kesibukan dan mulai melupakan nama ormas dan anggotanya yang dulu pendukung setianya. Dengan kata lain motif anggota dewan tersebut dapat diibaratkan seperti numpang lewat artinya ia jadikan ormas sebagai kendaraan politik demi ambisinya. Secara sosiologis motif ber-Muhammadiyah orang tersebut termasuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bermotif sosiogenetis&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kelompok yang kedua ini tidak terlalu banyak, tetapi dampak politis dan psikologisnya lebih dahsyat dibanding dengan kelompok yang pertama. Mengapa ?, Karena mereka ini tergolong elit dan mempunyai kekuasaan. Bila mereka tidak bisa menjalankan amanat rakyat yang diembannya bisa-bisa nama Persyarikatan menjadi rusak dan menyisakan rasa kecewa yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Motif yang ketiga&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mengapa seseorang tertarik terhadap Muhammadiyah tanpa harus menjadi anggota resmi Muhammadiyah alias ia hanya sebagai anggota simpatisan. Keberadaannya di Muhammadiyah hanyalah pelengkap kalau tidak mau dibilang penggembira. Namun demikian  kesungguhannya  dalam  mengikuti  kegiatan Muhammadiyah tidak perlu diragukan : ia rajin ikut sholat berjama’ah, rela menjadi donatur tetap dan tidak keberatan bila diminta datang ke tempat-tempat pengajian, tetapi dia menolak untuk didaftar sebagai anggota resmi apalagi untuk dicalonkan menjadi pengurus. Baginya ia bergaul dan bergabung dengan warga Muhammadiyah bukan untuk mengejar popularitas atau yang lainnya. Keber-Muhammadiyahan-nya lebih didorong oleh rasa simpatiknya terhadap ormas tersebut. Karena menurutnya Muhammadiyah adalah satu dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia yang menaruh perhatian besar pada rakyat yang tidak berdaya baik secara ekonomis maupun edukatif. Jadi boleh dikatakan bahwa motif orang ini ber-Muhammadiyah bisa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diibaratkan numpang Surga&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyakkah orang yang bermuhammadiyah model seperti ini? Jawabnya tentu banyak. Namun sulit dipastikan karena di samping mereka juga tidak ber-KTA mereka tidak mau tampil secara terang-terangan di muka umum alias ada di belakang layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Motif yang keempat&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mengapa orang tertarik dan ingin ber-Muhammadiyah karena ia yakin dengan ber-Muhammadiyah hidupnya tidak akan sia-sia dunia akherat. Baginya ber-Muhammadiyah itu harus berani berkorban tanpa disisipi oleh keinginan-keinginan lain. Ia benar-benar menginfakkan harta, tenaga dan waktunya serta pikiran demi tegaknya Syariat Allah (Islam) lewat ormas yang ia ikuti dan ia bersedia untuk dicalonkan menjadi pengurus inti bahkan Ketua Ormas tersebut ditempat ia tinggal tanpa reserve. Dalam bahasa agama ia ber-Muhammadiyah secara lilla hi ta’ala. Dengan kata lain motif ber-Muhammadiyah orang ini ibarat Titip Amal atau bahasa ilmiahnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bermotif teogenetis&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak atau sedikitkah jumlah mereka? Amat sedikit, Saking sedikitnya penulis cukup mengangkat jari tangan kiri atau kanan, tidak lebih dari itu jumlahnya di setiap Ranting atau Cabang dimana Muhammadiyah berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Keempat motif (alasan) di atas mana yang sesuai dengan wasiat Kiai Dahlan? Yaitu menghidup-hidupkan Muhammadiyah. Jawabnya sudah jelas yaitu kelompok yang keempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-3420787571055694673?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/4-model-orang-ber-muhammadiyah-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/3420787571055694673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/3420787571055694673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/4-model-orang-ber-muhammadiyah-sebuah.html' title='4 Model Orang Ber-Muhammadiyah (Sebuah Otokritik)'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLAY-OlfZAI/AAAAAAAABDk/Fx26ol3ByQ4/s72-c/people_type.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-8552745967782665795</id><published>2010-11-05T22:05:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:41:49.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syamsun Aly'/><title type='text'>Ibrah dari SANG PENCERAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q1_R9azbxwM/TKmCp5cpFPI/AAAAAAAAACQ/iHedoRq4-0E/s1600/2010-september-sang-pencerah-300x286.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524090074253825266" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q1_R9azbxwM/TKmCp5cpFPI/AAAAAAAAACQ/iHedoRq4-0E/s320/2010-september-sang-pencerah-300x286.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 286px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. H. Syamsun Aly, MA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;[QS Ali Imran (3): 104]&lt;/blockquote&gt;Ada suasana baru dalam menyambut Idul fithri tahun ini, karena sejak 1 Syawal 1431 lalu  dimeriahkan oleh film “Sang Pencerah” yang diputar serentak di seluruh wilayah nusantara, khususnya di kota-kota besar. Film religi yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo itu, mendapat sambutan masyarakat yang luar biasa. Sehingga untuk dapat menyaksikannya membutuhkan antrian panjang. Bahkan untuk dapat nonton bareng, pihak sekolah/lembaga harus booking beberapa hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menonton film tersebut, kita dapat  mengambil ibrah, pelajaran yang sangat berharga. Yakni kisah perjalanan da’wah tokoh muda umur 21 tahun bernama Muhammad Darwis, saat memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitarnya, perihal cara memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang benar, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun apa yang difahami dan didakwahkan oleh tokoh muda yang setelah naik haji, berganti nama K.H. Ahmad Dahlan itu, mendapat reaksi keras, baik dari para tokoh Islam maupun masyarakatnya. Dicaci maki, dikatakan kyai kafir dan bahkan dirobohkan Langgarnya, tempat untuk ibadah dan mengajarkan ilmu pada para santrinya. Namun Kyai bersama istrinya Nyai Walidah yang shalihah dan setia, tetap sabar dan bertekad untuk mendirikan kembali langgar kesayangan yang sudah dirusak dan dirobohkan massa dengan bringas dan membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu lama, santri dan pendukungnya terus bertambah, sehingga berhasil mendirikan perkumpulan/organisasi Islam modern bernama Muhammadiyah, seperti kita saksikan selama ini. Bahkan terus berkembang sampai ke luar negeri, dan bertahan hidup hingga usia 100 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GAGASAN &amp;amp; POLA DAKWAH YANG BEDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Andai ajaran Islam yang difahami dan diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan, sama dengan yang difahami dan diamalkan oleh ulama’ dan masyarakat saat itu. Tentu dakwahnya tidak akan mendapat perlawanan yang sangat keras, tetapi nama Kyai Ahmad Dahlan juga tidak akan pernah muncul sebagai tokoh besar di Indonesia. Gagasan dan pola dakwah yang beda itu antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ajaran Islam yang ada saat itu masih banyak bercampur keyakinan selain Islam. Di samping menyembah dan memohon kepada Allah swt, mereka juga masih menyembah dan memohon kepada lainnya. Seperti memberikan sesaji kepada yang mbau rekso pohon besar, segoro kidul, gunung, kuburan dan sebagainya, agar diberi keselamatan dan keberkahan dalam hidupnya. Padahal itu merupakan perbuatan syirik, dosa paling besar yang bisa merusak keimanan, menghapus semua amal ibadah dan kebaikan (simak QS 6:88 dan QS.39:65), serta tidak diampuni oleh Allah swt. jika mati dalam keadaan musyrik (simak QS 4 :116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Kyai Ahmad Dahlan kemudian diluruskan menuju keyakinan tauhid, yakni menyembah dan memohon hanya kepada Allah semata. Dan itu sama dengan ikrar setiap muslim ketika membaca surat Al-Fatihah dalam shalat “hanya kepada Engkau (ya Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajaran Islam yang ada saat itu masih bercampur dengan ajaran dan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Namun sudah diyakini masyarakat sebagi kebenaran yang tidak boleh diganggu gugat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Kyai Dahlan dipisahkan, mana yang ajaran Islam dan mana tradisi yang menyesatkan, sehingga tidak campur aduk antara yang haq (Islam) dengan yang bathil (non Islam). Sebab itu dilarang oleh Allah dalam QS. 2 / al-Baqarah : 42.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemahaman ajaran Islam yang kurang tepat, sehingga praktik agama Islam tidak menyejukkan, menyusahkan,  berlebihan dan mengganggu lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Kyai Dahlan dicerahkan, bahwa Islam itu membawa perdamaian. Islam itu mudah dan menyenangkan. Islam itu mengajarkan hidup hemat dan menghormati lingkungan. Dan Islam itu membawa rahmat bagi seluruh alam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arah kiblat dalam shalat saat itu umumnya menghadap ke Barat (Afrika), padahal seharusnya adalah ke Masjidil Haram/Ka’bah di Mekkah. Oleh karena itu K.H. Ahmad Dahlan berjuang untuk membetulkannya pada arah agak nyerong ke barat laut 23 derajat. Klimaksnya dia dijuluki kyai kafir dan langgarnya dirusak serta  dirobohkan massa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan masih banyak lagi gagasan cemerlang lainnya. Untuk itu saksikan langsung film Sang Pencerah bersama keluarga, tetangga dan teman-teman dekat anda, mumpung jadwal tayangnya masih ada.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting usai menyaksikan, apa sikap dan langkah kita ke depan, jika kita mengaku sebagai generasi penerus kyai Ahmad Dahlan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-8552745967782665795?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/ibrah-dari-sang-pencerah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8552745967782665795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8552745967782665795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/11/ibrah-dari-sang-pencerah.html' title='Ibrah dari SANG PENCERAH'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q1_R9azbxwM/TKmCp5cpFPI/AAAAAAAAACQ/iHedoRq4-0E/s72-c/2010-september-sang-pencerah-300x286.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-8253396210198815495</id><published>2010-10-22T22:00:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T13:41:58.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andi Hariyadi'/><title type='text'>Taqwa Menguatkan Keindahan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Drs. Andi Hariyadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(133) Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,&lt;br /&gt;(134) (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;(135) Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS Ali Imran (3): 133-135]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bersyukur karena setelah mampu memaksimalkan ibadah selama di bulan suci Romadhan, baik yang berupa puasa, qiyamul lail, i’tikaf, infaq, shodaqoh dan zakat sehingga diharapkan mampu mengantar pada diri kita untuk menjadi orang yang bertaqwa, harapan ini sejatinya sangat dimungkin bisa diwujudkan, dan tidaklah mungkin Allah SWT memberikan beban diluar kemampuan sang hamba. Sehingga selepas Romadhan untuk memasuki Syawwal (Peningkatan) akan bertebaranlah pribadi-pribadi taqwa dengan pesona keindahannya untuk berinteraksi dan bergaul di tengah masyarakat yang beragam latarbelakangnya, namun tetap bisa memwarnai kehidupannya dengan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi ibadah orang yang bertaqwa tidaklah mungkin dirusak ataupun disalahgunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai taqwa yang telah ditumbuhkan, diperjuangkan dan dimaksimalkan, lebih-lebih ketika menjalankan puasa romadhan (Ash-Shoum) yang berarti menahan dari hal-hal yang tidak sempurna, baik yang dilakukan oleh hati, pikiran, ucapan dan perbuatan, berupa tindakan terror, arogansi, permusuhan, perkelahian dan pembunuhan. Orang bertaqwa senantiasa sadar bahwa kehadirannya bisa memberikan solusi atas problematika kehidupan yang ada,  sehingga hal-hal yang bersifat provokasi dan arogansi merupakan bentuk ketidak sempurnaan, dan harus dijauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa memiliki nilai strategis sekaligus jurus ampuh dalam meraih berbagai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, Kata taqwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Sehingga imam Al Ashfahani menyatakan: Taqwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga taqwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.Dengan demikian maka bertaqwa kepada Allah adalah rasa takut kepadaNya dan menjauhi kemurkaan-Nya. Seakan-akan kita berlindung dari kemarahan dan siksaan-Nya dengan mentaati-Nya dan mencari keridhoan-Nya.Taqwa merupakan ikatan yang mengikat jiwa agar tidak lepas control mengikuti keinginan dan hawa nafsunya. Dengan ketaqwaan seseorang dapat menjaga dan mengontrol etika dan budi pekertinya dalam setiap saat kehidupannya karena ketaqwaan pada hakekatnya adalah muroqabah dan berusaha keras mencapai keridhoan Allah serta takut dari adzabNya. Kehadiran orang yang bertaqwa tercermin dalam Al Qur’an surat Al Anbiya’: 107&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ ﴿١٠٧﴾ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(107) Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;[QS. al-Anbiya' (21): 107]&lt;/blockquote&gt;Komunitas kehidupan kita tercipta dengan penuh keragaman, baik berupa sifat maupun perilaku yang ditampilkan, ada yang santun ada pula yang amburadul, ada yang murah senyum ada pula yang mudah marah, ada yang pemaaf ada pula yang pendendam, maka disinilah peran kita tertantang untuk mampu memberikan secercah keindahan bagi yang dirundung amarah, untuk memberikan wewangi keindahan bagi mereka yang kebingungan dan rasa dendam. Keragaman yang indah ini jangan dijadikan pemicu munculnya konflik social yang berkepanjangan dan berdampak kerugian yang luar biasa besarnya, baik berupa material, spiritual dan social persaudaraan. Keragaman akan tampak indah bagi mereka yang memiliki kecerdasan dan wawasan yang luas, sedang bagi mereka yang sempit pandangan akan tampak permusuhan. Untuk itu ayat di atas menjadi modal utama dalam membangun keindahan dari cerminan nilai ketaqwaan dalam mengarungi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai taqwa tidak berhenti dalam sanubari, tetapi mampu tercermin dalam sikap dan perilaku yang penuh keindahan, baik berupa kepedulian untuk saling berbagi, kerukunan untuk saling dikuatkan, persaudaraan untuk lebih direkatkan, dan ketika ada masalah disekitar keragaman akan dimusyawarahkan secara kekeluargaan. Kehidupan orang bertaqwa mampu menjadikan Al Qur’an sebagai sumber dan dasar kehidupan untuk menjadi tauladan kehidupan. Maka hiasi diri ini dengan taqwa agar kehidupan yang indah, rukun dan harmonis dapat terwujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-8253396210198815495?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/10/taqwa-menguatkan-keindahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8253396210198815495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/8253396210198815495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/10/taqwa-menguatkan-keindahan.html' title='Taqwa Menguatkan Keindahan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219315793289054981.post-5169816652656373453</id><published>2010-10-01T21:46:00.010+07:00</published><updated>2011-05-10T13:43:23.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adDakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syamsun Aly'/><title type='text'>Menyambut Lailatul Qadr</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Drs. H. Syamsun Aly, M.A.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mukmin pasti mendambakan dapat bertemu Lailatul Qadr. Suatu malam yang paling istimewa nilainya di banding malam-malam lain dibulan Ramadlan. Malam itu seluruh malaikat yang dipimpin Malaikat Jibril serentak turun ke bumi, untuk mengamati manusia yang sedang beribadah kepada Allah hingga terbit fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu wajar karena pada malam tersebut segala amal maupun ibadah manusia dilipat gandakan lebih baik daripada 1000 bulan. Sebuah lipatan kebaikan yang amat spektakuler. Karena dengan beramal sekali saja di malam tersebut, dinilai lebih baik daripada beribadah penuh (tanpa kerja, tidur, serta aktifitas lainnya) selama 85 tahun atau bahkan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja ada orang yang tahu persis datangnya lailatul qadr, kemungkinan dia malas untuk beribadah rutin seperti shalat, puasa dan sebagainya, karena menurut fi*kirannya sudah cukup diwakili ibadah semalam, saat lailatul qadr datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DATANGNYA LAILATUL QADR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Riwayat berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dari Ibnu Umar, sesunggunhnya beberapa orang dari shahabat Nabi saw. dilihatkan lailatul qadr dalam mimpi, pada tujuh yang akhir (di bulan Ramadlan). Maka Rasulullah saw. bersabda: Telah ditunjukkan kepadaku (kebenaran) mimpi kamu, yaitu telah setuju pada tujuh yang terakhir. Barang siapa yang hendak cari dia (lailatul qadr), carilah di tujuh yang akhir.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR. al-Bukhari Muslim dari Ibnu Umar ra.)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain diterangkan pula :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;قاَلََ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَحََيَّنُوا لََيْلَةَ القَدْرِ فِى الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ اَوْ قَالَ فِى تِسْعِ اْلاَوَاخِرِ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Rasulullah saw. bersabda : “ carilah waktu lailatul qadr pada sepuluh yang akhir atau bersabda : pada sembilan yang terakhir.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim dari Ibnu Umar ra.)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Berdasarkan dua hadits di atas maka dapat diambil pedoman bahwa jika seseorang ingin menyambut datanganya lailatul qadr, maka hendaklah ia menyambutnya sejak malam awal sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan pada malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadlan juga diperintakan untuk melakukan I’tikaf, ibadah khusus yang dilakukan bersamaan dengan waktu-waktu hadirnya lailatul qadr. Yakni berdiam diri di masjid dalam waktu yang dipandang cukup, untuk berfikir (intruspeksi), berdzikir dan berdo’a kepada Allah, dengan suara yang lembut/amat pelan, sehingga tidak mengganggu ketenangan dan kekhusyu’an jamaah I’tikaf di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pedoman untuk ber- I’tikaf ini, diceritakan oleh ‘Aisyah ra.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;اَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الاَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ, ثُمَّ اعْتَكَفَ اَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدُ. (متفق عليه)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Sesungguhnya Nabi saw. melakukan (ibadah) I’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari (bulan) Ramadlan sehingga Allah mewafatkan beliau. Lalu ber-I’tikaf (pula) istri-istri beliau sesudahnya.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Hadits disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;.&lt;/blockquote&gt;DO’A MENYAMBUT LAILATUL QADR&lt;br /&gt;Tidak ada larangan bagi setiap mukmin berdo’a apa saja yang dipandang baik, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Namun khusus menyambut datangnya lailatul qadr, Rasulullah saw memberikan do’a tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pertanyaan Aisyah (istri beliau).&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Wahai Rasulullah, bagaimana kalau aku tahu di malam apa lailatul qadr? Apa yang aku ucapkan padanya?&lt;br /&gt;Beliau menjawab : engkau hendaklah mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;اَلَّلهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah akan daku”&lt;br /&gt;(HR Imam Lima selain Abu Dawud dan disahkan dia oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim).&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;HALANGAN BERTEMU LAILATUL QADR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meskipun setiap orang mendambakan dapat bertemu lailatul qadr, namun faktanya tidak banyak yang berhasil, karena ada saja gangguannya. Di malam sepuluh terakhir Ramadlan yang mestinya padat ibadah dan banyak bonus kebaikan dari yang Maha Pemurah itu, justru disibukkan thawaf di mall-mall atau plaza-plaza, untuk belanja berbagai keperluan Hari Raya, dengan iming-iming bonus murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu perlu sekali adanya manajemen waktu yang baik. Sehingga belanja serta kebutuhan lain tetap kelar, sementara ibadah di malam Ramadlan juga tidak terlantar, demi tergapainya lailatul qadr.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219315793289054981-5169816652656373453?l=muhammadiyahsurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/10/menyambut-lailatul-qadr_01.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5169816652656373453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219315793289054981/posts/default/5169816652656373453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahsurabaya.blogspot.com/2010/10/menyambut-lailatul-qadr_01.html' title='Menyambut Lailatul Qadr'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
