1 Syawwal 1432 H yang menurut keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, sedang menurut keputusan Pemerintah jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011, sehingga di wilayah Indonesia warga masyarakatnya merayakan Iedul Fitri dengan hari yang berbeda, meski demikian persaudaraan sejati harus terus dipertahankan sebagai salah satu wujud implementasi dari prestasi ibadah yang telah terukir selama di bulan suci Ramadhan.
Momentum Romadhan benar-benar menyadarkan kita semua untuk terus melakukan koreksi diri dan percepatan untuk perbaikan diri, mengingat problematika kehidupan yang semakin keras dan penuh persaingan sehingga memeudahkan terjadinya konflik dan persinggungan sosial yang sangat tidak kita inginkan. Untuk itu selama kita berpuasa Romadhan yang berasal dari kata Ash Shoum berarti menahan, merupakan prestasi kehidupan bila kita mampu menahan berbagai rayuan hawa nafsu khususnya yang mengarah pada putusnya hubungan persaudaraan, sehingga ketika kita berpuasa itu ada proses tarbiyah untuk peduli terhadap sesama, sekaligus menguatkan jalinan persaudaraan sejati.
Berbagai konflik hingga berdarah-darah adalah wujud kekerdilan wawasan, egoisme yang jadi komandan, serta arogansi untuk klaim kebenaran sehingga jalinan persaudaraan terlemahkan. Maka Iedul Fitri merupakan kerinduan kita sebagai seorang muslim untuk kembali (ied) pada orientasi kesucian, kebersihan (Al Fitr), sikap inilah yang seharusnya tertanam kuat dalam mengarungi dinamika kehidupan yang penuh keragaman untuk menghargai perbedaan dan menghormati berbagai keyakinan, bukannya disikapi dengan kesombongan. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an Surat Al Isro':37 :" Dan janganlah engkau berjalan dibumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung".
Persaudaraan sejati yang mengikat dari berbagai keragaman yang ada merupakan energi untuk melihat peradaban ke depan lebih bermakna, bukannya dijadikan alat untuk memicu konflik. Persaudaraan sejati akan muncul manakala adanya kesadaran bahwa kita adalah sama-sama makhluk-Nya untuk memerankan fungsi kita sebagai kholifatullah fil ard, sehingga berbagai keragaman yang ada tertampilkan secara indah karena adanya kesantunan, penghormatan, keteladanan dan kebersamaan untuk berlomba dalam kebaikan.
Selamat merayakan iedul fitri sebagai momentum kemenangan karena telah membebaskan sifat kerendahan untuk menuju kemuliaan. Taqobbalallhu minna waminkum, taqobbal ya karim. Drs. Andi Hariyadi, M.Pdi.
This entry was posted on Wednesday, August 31, 2011 and is filed under
iedul fitri
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
0 komentar: