Kunci Kejayaan Hidup
Tuesday, July 05, 2011 | Author:
Oleh: Drs. H. Syamsun Aly, M.A.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ﴿١١﴾
(11)Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Setiap orang pasti menginginkan kejayaan, merasa nyaman dan serba kecukupan dalam hidupnya. Karena dengan kejayaan, dia bisa memperoleh apa yang diinginkan, dan dengan kejayaan dia akan mendapat pengakuan, serta bisa mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Kejayaan identik dengan hasanah (kebaikan, kesejahteraan), dan setiap orang Islam yang beriman kepada kita Suci Al-Qur’an tentu mendambakan-nya, baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Sebagai-mana do’a yang acap dipanjatkan orang-orang beriman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 201 :



Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya ( Al-Qur’anul Adhim), yang dimaksud hasanah di dunia adalah kejayaan dan derajat yang tinggi bagi seseorang, yakni memiliki istri yang cantik dan shalihah atau suami yang tampan dan shalih, keturunan yang baik dan taat, rumah yang luas dan megah, kendaraan yang mewah, sawah dan perkebunan (di kota, perusahaan, pabrik, mall) dan lainnya, serta predikat baik dan terhormat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.


Sementara hasanah di akhirat adalah kejayaan dan derajat di atas semua itu, berupa rahmat dan ampunan Allah serta surga yang sangat indah, lengkap dengan fasilitas pendukungnya yang luar biasa, aman, tenteram dan fuul kenikmatan, seperti janji Allah dalam QS. Al-Baqarah : 25, Al-Ghasyiyah : 8-16 maupun dalam surat-surat lainnya.

Kejayaan juga diidentikkan dengan derajat. Artinya orang yang diberi kejayaan dalam hidupnya, berarti dia telah dianugerahi derajat yang tinggi oleh Allah SWT. Kadang berupa kekayaan, pangkat, jabatan dan kedudukan maupun pengakukan dan kepercayaan dalam kehidupan. Yang jelas kebanyakan orang mendambakan dapat meraih puncak kejayaan atau derajat tertinggi dalam hidupnya.

Menurut janji Allah dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11 di atas, ada dua kunci utama untuk menggapai kejayaan atau derajat tinggi dalam kehidupan, yakni :

1. BERIMAN.
Iman atau keyakinan merupakan landasan pokok bagi kehidupan manusia. Dari keimanan tersebut seseorang akan beramal shalih, yakni aktifitas yang tepat, proporsional, mengikuti petunjuk Allah dan Rasulullah serta aturan yang ada. Dari keimanan akan memancarkan karakter yang amanah, sehingga dalam setiap aktifitas kesehariannya selalu menjaga kepercayaan yang diembannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Semua sektor kehidupan khususnya dunia usaha dan birokrasi, membutuhkan orang-orang yang amanah. Karena perusahaan akan jaya dan tidak mengalami kebangkrutan jika dijalankan oleh wirausahawan dan para pekerja yang amanah. Demikian halnya dengan birokrasi pemerintahan, program untuk mensejahterahkan kehidupan rakyat nya, tentu akan jalan dengan baik dan mengena sasaran, karena tidak dikorupsi dan dimanipulasi oleh para aparaturnya. Kasus skandal Bank Century, mavia Pajak Gayus Tambunan CS dan lainnya, tidak akan terjadi dalam kehidupan bangsa ini, jika memiliki karakter amanah. Sehingga wabah dan berbagai bencana akan segera sirna dari negeri yang kata Koes Plus bak tanah surga ini.

Allah telah menjanjikan dalam Al-Qur’an :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴿٩٦﴾
(96)Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
[QS. al-A'raaf (7): 96]

2. BERILMU.
Di samping iman, ilmu dan ketrampilan juga merupakan kunci meraih kejayaan atau derajat dalam kehidupan. Semakin tinggi ilmu dan ketrapilan sesorang, semakin mudah baginya untuk mencapai kejayaan dan derajat puncak kehidupan, demikian sebaliknya.
Seorang dokter, insiyur atau direktur, diberi honor tinggi berlipat ganda dibanding para perawat, tukang atau karyawan, bukan karena volume kerja fisiknya, melainkan karena ilmu dan ketrampilannya. Dia juga bisa mengatur dan menegur seenaknya bila bawahannya melakukan kesalahan sedikit saja.

Pemimpin negara maju bisa menjajah dan mengatur dengan seenaknya kehidupan negara berkembang, juga karena keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. Sehingga yang dijajah dan diatur tidak menyadari karena kebodohannya, dan justru merasa malah dibantu programnya.

Betapa urgennya ilmu dalam mencapai kejayaan hidup sehingga wahyu yang pertama kali disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk ummatnya, adalah perintah untuk membaca (meneliti) dan menulis. (simak QS. 96 / Al-Alaq : 1-5).
This entry was posted on Tuesday, July 05, 2011 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.