"BUKA PUASA PLUS" LAZISMU SURABAYA
Sunday, October 11, 2009 | Author:
Pada hari rabu sore tanggal 26 Agustus 2009 Lazismu Surabaya menyelenggarakan buka Puasa bersama dengan 60 anak yatim dari berbagai Panti Asuhan Muhammadiyah/Aisyiyah di Surabaya. Saat itu pula Lazismu juga kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah Rombongan dari penerbit Mizan “Kecil-Kecil Punya Karya” dan penulis cilik. Kedatangan tamu dari Bandung ini dalam rangka memberikan pelatihan dan motivasi menulis kepada anak-anak Panti Asuhan di Kota Surabaya.

Penerbit Mizan menghadirkan penulis cilik Azharine Purwa Jingga yang sering disebut dengan Zharine. Anak yang masih berusia 9 tahun dan masih duduk di bangku kelas 3 itu sudah mengeluarkan dua buku yang cukup laris. Buku pertamanya berjudul I Nice Doll (2008), sedangkan buku kedua berjudul My Soulmate (2009). Kedua buku terjual cukup laris. Sekarang masih merencanakan buku yang ketiga.

Zharine sengaja memberikan motivasi kepada teman-teman dari Panti Asuhan Surabaya untuk gemar menulis, dan juga gemar membaca. Disampaikan bahwa menulis itu mudah asalkan ada kemauan. Bahkan menurut Zharine dengan menulis, ilmu terus bertambah dan sudah tidak memikirkan biaya sekolah karena sudah bisa mencari sendiri.

Sekitar 60 peserta yang semua berasal dari anak Panti Asuhan memiliki antusias. Hampir semua punya keinginan untuk bisa menulis. Bahkan dalam kesempatan itu, editor ”Kecil-Kecil Punya Karya”, Dadang Ramadhani yang sering dipanggil Kak Rama memberikan peluang agar anak-anak mau berkarya. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menulis sendiri-sendiri, satu Panti, atau menulis ramai-ramai Panti Asuhan se-Surabaya dalam satu buku. Naskah yang dikirim anak panti akan mendapatkan perhatian. Naskah boleh dalam bentuk cerpen, novel anak, dan bisa berbentuk komik Islami. Naskah yang dinilai memenuhi kualifikasi akan diterbitkan.

Pada kesempatan itu Lazismu Surabaya juga mengajak anak-anak Panti Asuhan untuk berbuka puasa bersama dengan rombongan dari Mizan. Setelah acara berakhir, kak Rama menyampaikan keinginannya untuk kembali lagi memberikan motivasi anak-anak Panti Asuhan agar mempunyai keinginan untuk menulis hingga menjadi penulis.

Sudah saatnya, anak-anak tidak hanya diberi ikan, tetapi diberi kail agar bisa mencari ikan sendiri. Artinya. Anak-anak perlu diberikan keterampilan agar kelak memiliki banyak pengalaman untuk menghadapi masa depan. Menulis salah satu keterampilan yang cukup bermanfaat dan menjanjikan. Semoga harapan ini bisa menjadi kenyataan. (NS-Red)
This entry was posted on Sunday, October 11, 2009 and is filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: