Pelatihan kecerdasan spiritual merupakan training yang lagi trend saat ini, baik yang skala kecil maupun yang berskala besar. Pelaksanaannya pun beragam. Ada yang cukup dilaksanakan di masjid, ada juga ditempatkan di hotel bintang lima. Tapi, anehnya, sering kita mengabaikan pelatihan spiritual yang kita lakukan lima kali sehari, yaitu sholat wajib lima waktu, sehinggga dampak dari pelatihan tersebut kurang membekas pada perilaku kita sehari-hari. Padahal Pencetus pelatihan mengatakan bahwa out put dari pelatihan tersebut akan menjadikan manusia terhindar dari tingkah laku yang jahat dan keji (Q.S. Al-Ankabut: ). Bahkan untuk mendapatkan metode tersebut Rosul sebagai utusan-Nya harus menembus dimensi ruang dan waktu, meluncur sampai ke langit tujuh, bahkan sampai ke Arsy Allah, yang malaikat tidak diperkenankan masuk. Inilah pelatihan sholat lima waktu yang telah diwajibkan bagi seorang muslim.
Showing posts with label Tazkiyatun Nufus. Show all posts
Showing posts with label Tazkiyatun Nufus. Show all posts
Sungguh, orang-orang baik akan minum dari cawan bercampur kafur, mata air surga, hamba-hamba Allah mereguknya, memancarkannya sebanyak-banyaknya.
Mereka penuhi nazar, takut akan hari yang bencananya menyebar.
Mereka memberi makanan yang merekah butuhkan, Kepada orang miskin, yatim dan tawanan. "Kami berikan makanan kepada kalian karena Allah. Tidak mengharap darimu balasan atau terima kasih. Kami takutkan dari Tuhan kami hari yang kelabu dan penuh duka."
[QS Ad-Dahr 5-11]
Menurut Ibnu Abbas, turunnya ayat di atas berkenaan dengan kejadian yang menimpa keluarga Ali bin Abi Tholib dan istrinya (Fatimah binti Muhammad).
Ketika putra beliau Hasan dan Husain sakit, maka Rosulullah Saw bersama para sahabat menjenguknya. Maka Rosulullah memberi nasehat pada Ali ; “Wahai Abul Hasan, alangkah baiknya jika Anda bernadzar untuk kesembuhan anak Anda”. Lalu bernadzarlah Ali, Fatimah dan Fidhah (pembantu mereka). Apabila Hasan dan Husain sembuh, mereka akan puasa tiga hari berturut-turut. Atas kehendak Allah SWT maka sembuhlah kedua belahan hati mereka.
Oleh: Drs. Andi Hariyadi
Dalam mengarungi kehidupan ini tentunya akan banyak menjumpai permasalahan dan tantangan, ada yang sukses dengan ujian tersebut dan ada juga yang gagal terhadap ujian tersebut. Beragam ujian dan sikap dalam menghadapi ujian. Bagis seorang yang beriman benar-benar dihadapi secara bijak, bukannya lari dari perjuangan, tetapi menyadari di balik itu ada potensi untuk meningkatkan kualitas diri yang bukan hanya sekedar pernyataan-pernyataan belaka namun diwujudkan dengan aktivitas realitas.
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi."
[Surat al-Ankabuut (29) ayat 2]
Dalam mengarungi kehidupan ini tentunya akan banyak menjumpai permasalahan dan tantangan, ada yang sukses dengan ujian tersebut dan ada juga yang gagal terhadap ujian tersebut. Beragam ujian dan sikap dalam menghadapi ujian. Bagis seorang yang beriman benar-benar dihadapi secara bijak, bukannya lari dari perjuangan, tetapi menyadari di balik itu ada potensi untuk meningkatkan kualitas diri yang bukan hanya sekedar pernyataan-pernyataan belaka namun diwujudkan dengan aktivitas realitas.