Sungguh, orang-orang baik akan minum dari cawan bercampur kafur, mata air surga, hamba-hamba Allah mereguknya, memancarkannya sebanyak-banyaknya.
Mereka penuhi nazar, takut akan hari yang bencananya menyebar.
Mereka memberi makanan yang merekah butuhkan, Kepada orang miskin, yatim dan tawanan. "Kami berikan makanan kepada kalian karena Allah. Tidak mengharap darimu balasan atau terima kasih. Kami takutkan dari Tuhan kami hari yang kelabu dan penuh duka."
[QS Ad-Dahr 5-11]
Menurut Ibnu Abbas, turunnya ayat di atas berkenaan dengan kejadian yang menimpa keluarga Ali bin Abi Tholib dan istrinya (Fatimah binti Muhammad).
Ketika putra beliau Hasan dan Husain sakit, maka Rosulullah Saw bersama para sahabat menjenguknya. Maka Rosulullah memberi nasehat pada Ali ; “Wahai Abul Hasan, alangkah baiknya jika Anda bernadzar untuk kesembuhan anak Anda”. Lalu bernadzarlah Ali, Fatimah dan Fidhah (pembantu mereka). Apabila Hasan dan Husain sembuh, mereka akan puasa tiga hari berturut-turut. Atas kehendak Allah SWT maka sembuhlah kedua belahan hati mereka.